|
*** Ber-Amal ! Sekaligus Mendapat Jasa ! *** *** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***
Psikologi Pemabuk I !
Drs
Lambang,
37 thn, Pusing dan stres ! mempunyai tetangga pemabuk ! ada-ada saja masalah yang dibuatnya. Dari berbuat keonaran sampai pemalakkan. Dikasih jadi keterusan, tidak dikasih dibuat onar dan teror. Mau dilayani katanya baru tidak sadar, tidak dilayani terus-menerus berbuat onar. E... makin lama malah makin menjadi-jadi, tambah berani, cenderung nekad dan brutal. Tolong Mas bagaimana ini ?
MasIdan. Mas Lambang yang merasa sedang stres ? Kami ikut prihatin dengan keadaan anda sekarang ini. Yang baru mendapat ujian hidup berupa keresahan. Pertama-tama kami berharap kepada anda untuk dapat bersikap tenang dan sabar. Ketahuilah Mas, sikap sabar dan tenang itu adalah awal dari sebuah kemenangan, keselamatan dan kemudahan mengahadapi kesulitan-kesulitan huidup. Sikap sabar dan tenang akan membuahkan ketelitian, ketajaman dan kejituan dalam menyelasaikan berbagai masalah. Sikap sabar dan tenang membuat kita mampu menyusun strategi yang mantap dan mengena. Sikap ini juga akan membawa kita pada kewaspadaan akan adanya jebakan-jebakan serta rekayasa-rekayasa hidup yang mungkin akan merugikan diri Anda. Yang pasti sikap sabar dan tenang akan membawa anda pada suatu kehormatan, kesuksessan serta dapat memastikan diri untuk meraih kemenangan. Kemenangan dalam menempuh persaingan hidup yang cukup pelik ini. Sikap itu juga akan membuahkan suatu kehormatan pada diri anda. Sebagai manusia yang berbudi mulia dan berjiwa satria. Sebuah kehormatan hidup yang pantas anda cari dan pantas untuk didapatkannya.
Oleh karena itu pemabuk dan pembuat onar dapat dipastikan hanyalah seorang pengecut. Sebab seorang yang benar-benar kesatria tidaklah akan repot-repot menggunakan 'media' (misalnya minum minuman keras atau bikin keonaran sebagai alatnya) untuk menunjukkan keberaniannya. Semua apa adanya tanpa media dan alat apapun ! Jiwa pengecut dapat dibuktikan dengan 'kontrasnya' prilaku diantara saat penggunaan media (minum minuman keras hingga tampak mabuk) dengan ketika sama sekali tidak menggunakannya. Di mana saat tidak kelihatan mabuk, ia sama sekali tidak mampu menunujukkan keberanian, kebringasan dan kejantanannya. Persis seperti pengecut sejati yang menggunakan media atau alat hanya untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
Maka dari itu, adanya pandangan bahwa seorang pemabuk yang melakukan keonaran dikarenakan dalam keadaan tidak sadar adalah tidak pada tempatnya dan cenderung merupakan kebohongan besar. Suatu kebohongan besar yang sengaja ditiupkan oleh para pengecut untuk melegalkan tindakan-tindakan semau mereka. Keadaan inilah yang justru tidak pada tempatnya, yang hanya menjadi 'konsep pembenar' atas ketidaksadaran seorang pemabuk. Dan keadaan ini justru membuat aksi-aksi mereka semakin menjadi-jadi. Konsep pembenar yang salah, telah terjadi pada pemahaman masyarakat kita menghadapi persoalan ini.
Padahal yang terjadi adalah adanya kesadaran dari 'niat awal' untuk melakukan suatu perbuatan. Seorang pemabuk masih mampu membedakan mana kawan dan mana lawan, siapa yang harus dihadapi dan siapa yang harus dihindari, mana sasaran yang takut dan mana sasaran yang berani meladeni. Mereka juga masih mampu membedakan mana yang akan dijadikan korban dan mana yang bukan, mana makanan yang bisa dimakan dan mana yang bukan. Kita tidak pernah mendengar adanya seorang pemabuk yang makan tahi ayam, karena ketidaksadarannya seperti yang dibilang banyak orang, mereka tahu bahwa tai ayam tidaklah enak untuk dimakan. Sebuah bukti adanya KESADARAN !
Yang sebenarnya terjadi pada pemabuk adalah lemahnya kontrol 'bawah sadarnya', namun masih dapat membedakan mana yang akan dilakukan dan mana yang tidak. Inilah taktik yang sering digunakan para pengecut dan pembuat onar. Meraka umumnya sudah punya niat untuk itu, sebagai pelancar aksinya. Mereka tahu takaran yang harus diminumnya, sehingga dengan demikian mereka yakin akan mempunyai keberanian untuk melakukannya, seperti apa yang telah diniatkan semula, memperlancar aksinya ! inilah yang dapat dipastikan banyak terjadi pada komunitas pemabuk, yang memang sudah punya niat bikin keonaran. Dan bukan pemabuk berat yang sudah tak bisa berbuat apa-apa dan justru tidak mampu melakukan sesuatu, malah tak jarang malah melucu. Pemabuk berat biasanya malah tidak membahayakan, disamping tidak jarang berprilaku menggelikan, berjalan saja sudah kewalahan, dan akhirnya tergeletak tak berdaya. Ada perbedaan antara seorang pengecut yang menggunakan media minum-minuman keras untuk melakukan dan memperlancar aksinya dengan pemabuk berat yang memang hanya berniat membuat dirinya mabuk untuk kesenangan diri sendiri.
Untuk lebih mudahnya dapat ditarik kesimpulan bahwa sesungguhnya pemabuk yang suka membuat keonaran adalah nyata-nyata seorang pengecut, yang menyembunyikan kenyataan dirinya sebagai seorang penakut. Oleh karena itu, jangan heran kalau mereka mampu melakukan pengrusakan, pemalakan, penganiayaan dan keonaran lainnya. Sudah ada niat untuk itu pada awalnya. Mereka sudah mempunyai strategi dan taktik licik, namun jika kemudian keadaan membahayakannya, cepat-cepat melarikan diri, bersembunyi dan lain sebagainya, sebagai simbol dari sifat kepengecutannya. Mereka juga tahu takaran tertentu untuk diminumnya, sehingga membuat ia mampu melakukan aksinya.
Keonaran demi keonaran akan terus dilakukan jika tidak ada yang menghamnbatnya. Dan tidak menutup kemungkinan terus menerus meningkat pada tingkat keonaran yang membahayakan banyak orang. 'Proses belajar' seorang ppemabuk dari keonaran kecil menjadi besar. Demikian selanjutnya, kalau mereka mampu mengatasi hambatan demi hambatan dengan kelicikan demi kelicikan dan kebohongan demi kebohongan, maka jadilah ia pemabuk yang disegani, preman yang ditakuti, ataupun tokoh pemabuk yang diperhitungkan. Pemabuk yang mampu meloloskan diri dari proses 'pembelajaran diri', menjadi pemabuk yang licik, cerdik, dan seorang pengecut yang lihai mmembaca situasi. Kemudian gelar preman sejati akhirnya mampu ia raih. Dia raih dan dapatkan dari dalam komunitas pemabuk, dalam proses yang cukup panjang.
Tak semua pemabuk lolos menjadi preman sejati, yang akan bergelut pada dunia hitam yang memang penuh dengan kekerasan dan kelicikkan. Kemudian yang lain hanyalah akan menjadi seorang pengecut sejati, yang biasanya tak berani berbuat onar di luar lingkungannya. Lingkungan yang tak dikenalnya, kecuali ada banyak yang menemaninya. Itupun kalau dalam keadaan dirinya terancam, ia akan berusaha menghindar sebisa mungkin, dengan berbagai alasan dan kelicikannya, sehingga orang lain (kebanyakan) tidak akan mengetahui sifat sebenarnya pada dirinya itu.
Perlu juga anda ketahui, bawasannya seorang preman sejati tak lebih dan tak kurang hanyalah seorang pengecut juga. Namun dengan kelihaian membaca situasi dan keadaan, serta kemampuan menempatkan diri untuk mengetahui kapan saatnya bertindak dan kapan saatnya untuk menghindar. Inilah kecerdikan dan kelicikan seorang preman sejati yang mampu menempatkan diri untuk lolos dari hal-hal yang dapat mencelakai dirinya sendiri. Yang jelas seseorang atau siapapun juga yang selalu menggunakan media untuk dapat melakukan aksi, maka dapat dipastikan ia adalah seorang pengecut. Pengecut yang mempunyai kecerdikan, kelicikan, dan kelihaian membaca situasi, membuat ia selalu dapat meloloskan diri dari kemungkinan-kemungkinan bahaya yang mengancamnya. Dengan berbagai cara, alasan, dan taktik usangnya, telah dijadikan senjata untuk menyelamatkan dirinya. Preman sejati yang dilahirkan dari keberuntungan stuasi, dan preman sejati yang terlahir dari lingkungan yang dipenuhi komunitas para pengecut.
Mas Lambang yang sedang merasa pusing, Kita semua sudah mengetahui siapa sebenarnya yang sedang Anda hadapi itu, yang tak lain dan tak bukan ternyata hanyalah seorang pengecut. Seorang pengecut yang belajar dan meniru dari lingkungan para pengecut. Pengecut yang sedang mencari jati diri untuk diakui. Diakui sebagai seorang pemberani, beringas dan keras. yang mencoba menjadi orang yang disegani dan dihormati. Kemudian dalam bayangan mereka, setelah mendapatkan status tersebut, ia bisa berbuat seenaknya sendiri. Dengan begitu, dalam bayangan mereka, dia akan mendapatkan keuntungan-keuntungan dari keadaan tersebut. Inilah salah satu ciri seorang pengecut yang licik, menginginkan sesuatu yang mudah dan mencari enaknya sendiri.
Akan tetapi anda juga sudah mengetahui, bahwa tak ada hal yang mudah di dunia ini, kecuali dengan kerja keras dan usaha yang maksimal. Maka dari itu, siapapum yang melakukan usaha dan kerja keras maka mereka akan mendapatkan hasil yang sebanding dengan usahanya. Untuk itu, lihat apa yang didapat dari para pengecut dan mantan pengecut itu. Mereka sama sekali tak mendapat apa-apa kecuali kemiskinan materi, kemiskinan hati, nurani, budi pekerti, kemiskinan rejeki dan segala bentuk 'kemiskinan' saja yang mereka dapatkan. Mereka umumnya hidup memprihatinkan, hidup tidak tenang, resah, seakan-akan selalu dibayangi oleh dendam-dendam yang mengancam akibat perbuatannya. Sebenarnya sering muncul dalam hati kecilnya untuk selalu ingin meninggalkan dunia para pengecut itu. Sebuah dunia yang ia sadari penuh dengan kelicikan, kekerasan, kemubaziran, kemunafikan, dan kebodohan. Dan ia sesaat telah berusaha untuk meninggalkannya, namun sayang lingkungan pengecut telah demikian kuat mencengkeramnya, dan kebanyakan dari mereka tak mampu melakukannya. Dia akhirnya kembali dengan kepedihan hati yang dalam ke dunia yang pelan-pelan merusak dirinya sendiri, dan justru membawanya kepada kenistaan diri, tak punya harga diri, masa depan yang kelam dan akhirnya hanyalah kesulitan-kesulitan hidup yang akan dihadapi. Mereka tak jarang masih bisa tertawa-tawa dan bangga, namun sayang tanpa arti dan makna. Sungguh tragis nasib mereka !
Mas Lambang yang resah hatinya, mudah-mudahan uraian saya yang sedikit ini sangat membantu langkah-langkah apa yang akan Anda ambil dan pilih. Jujur saja kami sangat kesulitan untuk memberi saran mengenai langkah-langkah apa yang harus dilakukan, mengingat minimnya informasi dan kondisi yang anda hadapi. Banyak hal yang harus dipelajari menyangkut masalah ini, mengingat kita menghadapi seorang pengecut yang umumnya penuh kelicikan, kebohongan, dan penuh dengan kelihaian tertentu.
Namun demikian kami mencoba mengulas beberapa hal yang mudah-mudahan bisa dijadikan patokan dan penjelasan. Suatu ketika, jika anda selalu menuruti kemauan mereka, entah minta uang untuk beli rokok, beli minuman dan lain sebagainya, sebenarnya hanyalah sebagai alasan untuk memalak, yang pada akhirnya anda adalah salah satu lenganannya/sasaran.Kejadian itu hanyalah akan membuat kesulitan demi kesulitan yang akan anda dapatkan seterusnya. Namun penolakkan anda sebaiknya dilakukan secara baik, kecuali jika sudah amat keterlaluan, terserah anda untuk menghadapi seorang pengecut itu. Memang mereka hanya mengenal bahasa kekerasan untuk menyadari siapa anda sebenarnya atau untuk menyadari kesalahan-kesalahanya. Inipun jalan terakhir yang akan anda ambil jika cara halus tidak diresponnya. Tetapi yang jelas, banyak sekali cara untuk melemahkan kesombongan mereka. Kesombongan dari seorang pengecut yang merasa dirinya bagai 'superman'. Namun demikian, situasi dan kondisi lingkungan andalah yang sangat menentukan tindakan apa yang harus dipilihnya.
Disamping itu, mempersempit ruang gerak prilaku mereka, tampaknya cukup ampuh untuk menumbuhkan kesadaran-kesadaran baru untuk melepaskan diri dari kebiasaan-kebiasan yang merusak dirinya sendiri. Menumbuhkan kesadaran bahwa hanyalah seorang pengecut saja yang mengaku pemberani, jika dilakukan dalam keadaan mabuk. Menumbuhkan kesadaran bawasannya seorang satria sejati itu adalah jika ia bisa menunjukkan sikap pemberaninya secara apa adanya tanpa mengunakan media apapun untuk menunjukkannya. Serta menumbuhkan kesadaran akan dampak-dampak yang akan terjadi akibat minum minuman keras. Lalu juga, memberi kesadaran menggalang kesepahaman kepada masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat untuk memberi solusi yang tepat mengenai masalah tersebut. Solusi akan kesadaran membangun masa depan yang lebih baik dan tenang. Kesadaran untuk mempersempit ruang gerak munculnya komunitas pengecut dilingkungan tersebut. Kesadaran yang muncul bukan dikarenakan kebencian dan ketidaksukaan terhadap mereka. Namun kesadaran untuk mencegah terjadinya kerusakan, korban, dan keresahan yang terjadi dilingkungan tersebut.
Mudah-mudahan Mas Lambang puas dengan ulasan ini, dan saya yakin masih ada pertanyaan yang belum terjawab dan muncul di kemudian hari. Namun mudah-mudahan kita masih menjalin komunikasi. Komunikasi tentang langkah-langkah selanjutnya. Selamat berjuang ! bukan hanya untuk diri anda sendiri tetapi juga masyarakat lingkungan anda sendiri !
Selamat Melangkah dan sukses !
Topik-Topik Sosial - Politik :
|