|
Psikologi Pemabuk II !
Rusdianto, 31 thn,
Surabaya. 17 Desember
2004. MasIdan yang menentramkan hati. Saya mempunyai adik agak bermasalah. Hampir tiada hari tanpa minuman keras, mabuk, dan tidak jarang berbuat onar, kekerasan, mengamuk, merusak, dan menganiaya orang lain. Malu rasanya sebagai kakak tertuanya, sangat sering kesana-kemari meminta maaf atas perbuatannya, mengeluarkan biaya untuk perbaikan dan pengobatan. Saya tak habis berpikir, Sudah terlalu sering untuk tidak mengulanginya lagi. Namun dengan bebagai alasan ia selalu saja berbuat keonaran. Kesal, geram, marah campur-aduk jadi satu. Seakan-akan sayalah yang harus menanggung segala perbuatannya. Saya jadi malu dan sudah tak punya muka di hadapan warga sekitar Terus dan terus terjadi, malah tampaknya semakin tak terkendali dan cenderung berbuat nekat. Tolong mas, saya harus berbuat apa ?
Mas Rusdiyanto yang merasa malu ? Sebelumnya saya mohon maaf kalau nantinya anda tidak berkenan dengan ulasan-ulasan kami tentang masalah -masalah ini. Sebab kami harus mengulas apa-adanya, yang mungkin agak kasar dan terkesan menghina. Namun ini harus kami lakukan untuk membuka 'tabir' dibalik kejadian itu semua, yang kadang-kadang harus melakukan perbandingan-perbandingan dengan alam yang memang telah banyak mengilhami manusia untuk berkembang.
Inilah kesalahan pokok yang banyak terjadi pada kasus-kasus tersebut, seperti yang anda hadapi saat ini. Melakukan perlindungan, bantuan, dan segala bentuk perhatian yang salah terhadapnya adalah kesalahan besar yang tak disangka-sangka. Sebuah keliruan yang cukup fatal karena digunakan tidak sebagaimana mestinya, tidak pada tempatnya. Keadaan itu justru akan semakin membawa dirinya kekerusakan yang semakin dalam dan tak terkendali. Lho...Kok ! Begini mas, lahirnya seorang preman sejati tak lepas dari kondisi yang menempatkan dia untuk selalu dapat meloloskan diri dari apa yang harus dipertanggungjawabkan sendiri. Suatu kondisi yang menyebabkan ia mampu melakukan 'pembelajaran diri'. Proses pembelajaran diri untuk mampu membaca situasi, menemukan banyak taktik licik untuk dapat melancarkan aksi, dan pembelajaran diri melatih kelihaian diri untuk lolos dari segala ancaman-ancaman yang mungkin terjadi. Untuk lebih jauh mendalami masalah ini Klik>>> Psikologi Pemabuk-1.
Kebanyakan masyarakat tidak sadar dan mengetahui bawasannya melakukan perlindungan yang tidak pada tempatnya kepada orang yang suka bikin onar dan pemabuk adalah salah dan keliru. Inilah kondisi, yang sering kami sebut sebagai kondisi yang sangat menguntungkan pemabuk untuk berpeluang besar menjadi preman sejati. Hal ini desebabkan, perlindungan dan bantuan tersebut menjadikan ia merasa aman atas segala perbuatan melakukan keonaran, pemerasan, pengrusakan, penganiayaan dan pemalakan. Kemudian ke depan, seiring dengan waktu, ia akan mendapat penghargaan atas prilaku-prilakunya dari lingkungan para pemabuk. Tentu saja ia akan diterima dan disambut dengan senang hati oleh komunitas para pemabuk itu. Sebab disamping semakin bertambahnya anggota, mereka (komunitas pemabuk) akan merasa mendapat keuntungan-keuntungan dari itu, misalnya semakin kuatnya eksistensi keberadaan mereka untuk melakukan tindakan-tindakan semaunya pada lingkungan tersebut. Juga perasaan genbira yang disebabkan bertambahnya sahabat yang senasib dengan mereka. Mereka jugalah yang nantinya akan menghambat dan menghalang-halangi ia, jika mencoba melakukan perbaikan-perbaikan diri dan kembali pda kehidupan yang normal. Mereka jugalah yang akan membantunya jika ia menghadapi masalah-masalah yang akan dihadapinya akibat ulahnya, sehingga ia bertambah nyaman dan aman karenanya. Suatu keadaan yang saling menguntungkan dan menunjang untuk lebih memrosokannya semakin dalam..
Sudah terbukti bahwa perlindungan yang tidak pada tempatnya hanya akan membuat kondisi menguntungkannya. Yang lambat laun ia akan banyak belajar tentang taktik licik, belajar membaca situasi, dan belajar untuk menjadi lihai mengatasi persoalan-persoalan yang akan terjadi. Perlindungan telah menjadikannya merasa nyaman atas perbuatan-perbuatan yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Dia sadar betul, toh nanti korbannya sudah ada yang mengurusi, mengobati, dan ada yang meminta maaf atas perbuatannya. Dia tahu betul tentang ini semua. Dan ia punya keyakinan bahwa korban dan keluarganya, kecil kemungkinan untuk melakukan balas dendam atas perbuatannya, yang kemungkinan besar akan mengancam keberadaannya. Biasanya setelah melakukan keonaran, untuk beberapa saat dia akan menyembunyikan diri, entah dirumah atau tempat lainya yang dirasa aman untuknya. Sampai keadaan sudah memungkinkan untuk muncul kembali. Dan beberapa saat kemudian, biasanya dengan selang waktu tertentu, ia akan kembali membikin onar, kemudian bersembunyi dan muncul kembali, selang beberapa waktu kemudian, membuat ulah kembali, terus dan terus begitu menjadi semakin berkembang dan cenderung nekat. Seiring pembelajaran diri mempelajari sesuatu yang biasa terjadi pada kebiasan yang selalu digunakan pada komunitas itu. Belajar dan terus belajar pada kebiasaan dunia itu, yang pada akhirnya menjadi sulit untuk dikontrol. Kemudian setelah ia mampu menjadi lihai dalam membaca situasi, pada akhirnya, anda juga akan mendapat perlawanan dan sasaran berikutnya yang harus ia lalui. Keadaan menjadi sangat sulit untuk Anda, dikarenakan yang anda hadapi bukan hanya adik anda saja, akan tetapi anda juga yang akan menghadapi komunitas pemabuk yang dapat dipastikan membantu dibelakangnya. Dalam keadan tertentu anda juga yang akan mendapat teror serta tidak mustahil akan mendapat ancaman demi ancaman dari komunitas tersebut, yang merasa anda secara tidak langsung dianggap mengganggu keberadaannya. Keadaan akan menjadi sulit dan rumit !
Pada keadaan ini, tidak hanya anda dan kelurga anda saja yang akan merasakan banyak hal akibat ulahnya, namun juga lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Keadaan akan bertambah merepotkan bersamaan dengan semakin kuatnya 'label-label' yang diberikan oleh lingkungannya, baik masyarakat sekitar maupun dari komunitasnya yaitu para pemabuk, sebagai seorang preman sejati. Tentu saja ia akan habis-habisan dengan segala cara, yang biasanya penuh kelicikan, kebohongan serta kelihaianya untuk mempertahankan status tersebut.
Seorang preman, biasanya awal-awalnya, membayangkan kemudahan-kemudahan yang didapat dari kepremanannya, untuk mendapat keuntungan-keuntungan tentang banyak hal, termasuk di dalamnya adalah uang, juga seperti apa yang banyak dibayangkan banyak orang akan itu. .Namun sebenarnya yang banyak terjadi adalah banyaknya sisi-sisi suram yang akan dan telah terjadi padanya. Sisi-sisi suram yang penuh dengan ancaman dan dendam. Yang menjadikan hidup mereka tidak tenang dan resah, yang seakan-akan merasa banyak musuh mengelilinginya, yang penuh dengan dendam-dendam terpendam. Untuk itu jangan heran, kalau mereka sering berpindah-pindah profesi atau pekerjaan, tempat mangkal, ataupun tempat tinggal (entah pergi kemana, biasanya tempat yang dianggap aman), Dalam berbagai hal untuk menunjukkan drinya nekat dan beringas, tidak jarang bahkan biasanya, malah keluarganya sendiri yang jadi lengganan dari amukan dan sasaran. jadilah sebuah keluarga yang memprihatinkan dan penuh dengan ketidaktenangan. Dan masih banyak sisi-sisi suram pada kehidupan mereka, bagai terperosok dalam lubang kehinaan yang dalam, serta berusaha menikmatinya dengan keceriaan yang hampa tanpa makna. Suatu ketika ia sadar dan mencoba untuk keluar darinya namun ternyata sungguh sulit dan sangat berat, kemudian dengan berat hati mereka terpaksa kembali, dan menganggap kehidupan itu adalah sebagai nasibnya. Sebuah penyesalan yang tak kentara dan terlihat.
Jadilah mereka hanya mengenal bahasa-bahasa kekerasan untuk menyelesaikan segala hal. Bahasa-bahasa yang mirip dan sering digunakan seorang pasien gila dengan perawatnya, atau bahasa yang sering digunakan seorang polisi untuk membuat jera para penjahat dan prilaku kriminal-kriminal lainnya, ataupun sekelompok tentara yang mengunakan bahasa tersebut untuk memperlemah semangat musuhnya. atau juga seorang petani yang terganggu dengan keberadaan hewan pengrusak dan pemangsa, untuk menghalaunya.
Sekelompok perawat pasien gila yang sedang berusaha meringkus pasien yang sedang berbuat ulah dan membahayakan yang lainnya, memasukkan dengan paksa pada suatu tempat khusus untuk meredakannya. Setelah pasian mereda dari amukannya barulah ia diberi obat-obat seperlunya demi kesembuhannya. Sekelompok polisi yang sedang mengejar-kejar penjahat, bahasa kekerasan sudah menjadi setandar penggunaannya, yang memang memasuki wilayah yang penuh dengan kekerasan. Sekelompok polisi yang sedang menghalau pengunjuk rasa, perusuh dan keonaran lainnya, yang sudah mulai beringas dan merusak apa saja Walaupun sebelumnya sudah dilakukan dialog-dialog persuasif agar tidak terjadi bentrokan. Bahasa kekerasan harus diambil untuk mngatasi situasi yang sudah cenderung keras. Dan sekelompok tentara yang sedang melakukan operasi pernyegapan terhadap daerah yang dicuragai tempat bersembunyi musuh-musuhnya. dan sekelompok petani yang mencoba menghalau dan memburu binatang perusak dan pemangsa yang telah berani mengganggu lingkungannya. Tentu saj mereka diburu, ditakut-takuti dan ditembaki supaya tidak mengganggunya lagi. Bahasa kekerasan yang digunakan demi harapan suatu perbaikan-perbaikan, yang kadang kadang tak jarang membawa nyawa melayang. Sebagai sebuah resiko suatu tindakan yang mengandung kekerasan.
Bahasa kekerasan menjadi perlu dilakukan menghadapi komunitas-kumunitas yang terbiasa dengan kekerasan. Demikian juga pada komunitas pemabuk yang sangat jarang dapat diselesaikan dengan cara-cara yang lunak. Suatu cara yang tak jarang malah membuat mereka menjadi-jadi. Cara yang banyak mengandung kelemahan menghadapi seseorang atau sekelompok orang yang lihai, licik, dan picik. Namun sebisa mungkin, cara kekerasan adalah langkah terakhir yang harus diambil. Itupun kalau keadaan sudah sulit dikendalikan atau sudah semakin banyak korban-korban yang telah menjadi kekerasannya. Dan adanya dampak-dampak sosial lainya, yang ditimbulkan akibatnya. Biasanya berupa pengaruh-pengaruh lingkungan sudah sedemikian mengkawatirkan. Tentang masa depan anak-anak muda di lingkungan sekitar yang merasa tidak nyaman dan tenang akibatnya. Sudah bisa dipastikannya anak-anak muda mereka cenderung mudah terpengaruh dan masuk dalam cengkeraman mereka, kalau ingin aman dan tenang. Sebuah bentuk ancaman sosial untuk segera dilawan dan diluruskan. Sebelum semuanya menjadi kacau, sudah tak mampu diatasi lagi dan sulit untuk diperbaiki. Konndisi yang jangan sampai terjadi di suatu lingkungan dimanapun berada.
Nampaknya, hanya ini saja yang bisa kami sampaikan, rasanya banyak hal yang ingin kami sampaikan. Namun dengan keterbatasan waktu dan tenaga, rasanya ini lebih dari cukup. Semoga Mas Rusdiyanto bisa mengambil kesimpulan dan kemudian mampu mempersiapkan tindakkan yang dirasa perlu diambil. Selamat berusaha dan semoga lancar tanpa suatu hambatan.apapun !
|