Keterkungkungan Adat dan Kualitas Hidup !

 

Kami heran dengan sebagian kecil masyarakat kita yang masih mengagung-agungkan nilai dan norma tertentu yang dianutnya. Entah itu nilai yang sudah tertanam pada golongan, ras, tradisi, kedaerahan sampai suku. Seakan mereka berpendapat bahwa nilai yang ada pada kelompok tertentu itu tidak mungkin dimasuki oleh nilai- nilai lain dari suatu kelompok yang lain. Mereka seakan tidak sadar telah mendewakan, mengagungkan, bahkan menuhankan nilai dan norma kelompok itu, sehingga seakan sebagai harga mati. Harga mati untuk tidak boleh dimasuki kelompok lain, apapun alasannya.

 

Mereka tidak sadar bahwa sistem nilai yang ada dalam kelompok tersebut sangat mungkin akan tergilas oleh pesatnya perubahan zaman. Oleh karena itu, kalau mereka tidak pandai-pandai menjawab tantangan zaman yang terus berubah sangat pesat maka akan tenggelam oleh perubahan. Padahal menurut kami, menutup diri akan tantagan zaman sama saja dengan menunggu waktu untuk tersingkir dari peradaban. Atau malah mungkin akan tergilas dan lenyap oleh peradaban yang didorong oleh bergeraknya zaman.

 

Inilah yang tidak mereka sadari atau malah mungkin tidak tahu sama sekali akan realitas (kenyataan) yang akan dibawa oleh kuatnya perubahan. Mereka tidak sadar dan tidak tahu, mengekang diri terhadap nilai-nilai yang ada dalam kelompoknya adalah perbuatan yang ceroboh dan puritan. Yang hanya akan membawa kebodohan dan mandeknya peradabanya. Atau mungkin jangan-jangan mereka keras kepala terhadap nilai-nilai yang ada, hanya karena ada ketakutan-ketakutan, jika ada perubahan maka dirinya akan tenggelam dibawa perubahan. Atau kekhawatiran-kekhawatiran yang bisa membuatnya kehilangan masa depan, kehormatan, ketokohannya dan lain sebagainya.

 

Inilah sikap yang menurut kami sudah terbawa jaman. Karena walaupun tanpa kita usik dan mengganggunya, mereka sudah bisa dipastikan tidak akan mampu menghadapi perubahan. Jadi biarlah mereka tetap mengagung-agungkan kelompok dan sukunya, biarlah waktu dan zaman yang akan menjawabnya. Karena itu anggap saja hak dia untuk mempertahankannya.

 

Namun kita sebagai ingsan manusia yang diciptakan tuhan dengan segala peraturan-Nya, telah diberi kebebasan yang nyata untuk memenuhi panggilan nurani kita. Panggilan nurani untuk berbuat apab saja yang tidak dilarang-Nya. Panggilan nurani untuk menjalani dan melakukan niat yang suci. Maka dari itu, adalah hak kita sebagai insan manusia untuk berusaha melunakkan hati yang membatu. Berusaha dan berusaha mencari jawaban atas sesuatu yang masih keliru. Sebagai jawaban atas keterkungkungan jiwa yang lemah dan rapuh.

 

Mas Fansuri yang galau di hati,

Sebelum kita melangkah jauh ke depan, Anda perlu menanyakan pada diri sendiri. Apakah anda benar-benar seriuskah dengan kekasih (hubungan) anda ? Apakah hanya sekedar emosi diri ? Emosi diri yang banyak terjadi karena merasa ada menghambat, sehingga anda merasa tertantang untuk itu ? Atau hanya sekedar reaksi jiwa muda anda menghadapi keadaan yang anda anggap kurang bijaksana ? Siapkah anda menghadapi resiko dari apa yang akan anda lakukan dan pertanggungjawabkan ? Bagaimana kuliah Anda ? Siapkah anda menghadapi kemungkinan adanya pertentangan-pertentangan yang ditimbulkannya ? Siapkah anda menghadipi kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi, kemungkinan juga tidak ? Dan banyak hal yang harus dipertimbangkan masak-masak untuk meneruskannya ?

 

Tapi seandainya anda mampu, kenapa tidak ? Bukankah kalau kita mau hidup, maka harus berani menghadapi masalah hidup. Dan setiap masalah yang mampu anda hadapi dan pecahkan adalah merupakan kualitas hidup anda yang sebenarnya. Dan semakin anda mampu meningkatkan kualitas hidup, maka anda berhak untuk sering menjadi pemenang dalam persaingan hidup. Dan selama anda sering memenangkan persaingan hidup, maka anda berhak mendapat banyak keberhasilan, kesuksesan, kebanggaan dan kebahagiaan.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !