|
Apalah arti kekayaan kalau kita tidak bisa bahagia ?
Siapa bilang, orang menjadi dihormati haruslah kaya ? Memang bisa dipahamai, jika ada orang yang berpendapat bahwa kekayaan bisa menjadikan orang dihargai dan dihormati. Untuk itu, jadilah banyak orang yang mengejar kekayaan dengan segala cara. Karena memang dalam pikiran mereka, kekayaan adalah harga dirinya. Maka banyak di antara mereka tak mau tahu bagaimana cara mencarinya. Dan kemudian, hanya karena sudah berpandangan bahwa kekayaan adalah segala-galanya, lalu tak sedikit dari mereka yang mencarinya dengan penuh ketidakwajaran. Mungkin bisa saja mereka menjadi kaya walau harus dengan apapun juga. Namun kemudian, mereka tidak menyadarinya bahwa cara apapun yang tidak wajar itu ternyata membawa resiko yang tidak sederhana juga.
Korupsi, penipuan, penggelapan, penyelewengan, perampokan, perdukunan dan lain sebagainya, yang telah menghantarkan kekayaannya ternyata membawa resiko yang tidak ringan juga. Penjara, anak yang narkoba, istri/suami yang selingkuh, keluarga yang tak mempunyai makna, rumah tangga yang sering diterpa prahara, dan masih banyak lagi resiko yang bisa dibuatnya. Dibuatnya karena sudah salah melangkahi hidup dengan tidak penuh dengan kewajaran. Semua seakan telah dikorbankan demi sebuah harta benda yang menyesatkan. Semua seakan telah digadaikannya hanya karena kekayaan yang tidak bisa dibawanya di liang lahatnya. Hidupnya seakan telah dijual hanya demi mengejar kekayaan yang tidak wajar itu. Kebahagian nyatanya, harga diri yang seharusnya, kenyamanan hidupnya, kemuliaan hati kecilnya dan sebagainya, seakan telah dikorbankan demi kekayaan yang tidak pada tempatnya.
Orang menjadi kaya adalah keharusan. Namun jiwa yang sangat kaya adalah lebih menjadi pilihan. Akan tetapi, menjadi kaya akan jiwa dan harta benda adalah impian yang harus diutamakan. Beginilah hidup harus ditempatkan sebagaimana mestinya. Ditempatkan supaya tidak mengorbankan yang lebih utama. Supaya seandainya kita bisa kaya, kita bisa menikmatinya dengan penuh kebahagian yang nyata, bukan kebahagian semu yang sangat menyesatkannya.
Apalah jadinya kita, menjadi orang terkenal dan bergelimang harta benda, akan tetapi kita sama sekali tidak mampu membina rumah tangga. Apalah artinya kekayaan yang berlebihan, kalau ternyata kita harus beristirahat dipenjara, atau malah istri/suami digondol orang, atau malah anak kita harus menjadi seorang pacandu narkoba, dan masih banyak masalah yang ditimbulkannya dari kekayaan yang berlimpah tetapi tidak mempunyai makna. Lalu apalah arti semuanya, kalau kita harus menjalani hidup yang penuh derita.
Bisa menjadi tidak dipandang sebelah mata, tidak harus kaya !
Maka salahlah, kalau hanya kekayaan saja yang akan selalu memberi kehormatan dan harga diri saja. Namun banyak jalan yang bisa ditempuh jika kita mau mencarinya. Mencarinya supaya kita masih bisa mempertahankan harga diri dan kehormatan yang nyata, bukan yang tampaknya saja. Ingat ! banyak yang tampaknya bahagia dan bergelimang harta benda namun ternyata sangat keropos di dalam kehidupannya. Sebab banyak juga, mereka yang telah membangga-banggakan kekayaannya, menyombongkan semua harta miliknya dan memandang sebelah mata terhadap orang yang tidak diuntungkan rejekinya, ternyata menjadi mati kutu ketika ditanya tentang kehidupan dirinya.
Bisa jadi tidak hanya banyak, malah bisa dipastikan, jika ada orang tega-teganya menyombongkan diri dan tak tahu diri itu, ternyata harus menghadapi kehidupan pribadi yang sangat menyengsarakannya. Sebab tidaklah mungkin orang yang tidak sakit atau tidak sengsara jiwanya itu bisa berbuat tega menyombongkan yang ada pada orang yang kurang berpunya. Inilah logika nyata, mereka sangat berkeinginan menyombongkan yang ia punya, karena memang hanya untuk menutupi sakit dan sengsaranya jiwa. Bahkan ini bukan saja sebagai logika saja, namun malah sebagai rumus yang nyata. Rumus yang nyata sebagaimana alam menyikapi hidup di dunia.
Hanya ada satu cara agar kita bisa mempunyai kehormatan diri dan harga diri yang nyata. Terimalah hidup apa adanya, seandainya kita tidak harus kaya. Kita ciptakan kebahagian yang nyata pada keluarga kita, dengan apa yang kita punya. Hindarilah kedengkian dan keirian pada diri kita terhadap orang yang memang telah dilapangkan rejekinya. Janganlah marah atau malah merasa kecil hati menghadapi kesombongan dan kecongkakan yang nyata. Terimalah semua apa adanya, tanpa harus menyalahkan diri kita. Sebab, kita akan merasa hidup lebih bermakna kalau kita bisa bahagia dengan apa yang kita punya. Jangan terkecoh dengan apa yang tampak-tampak saja, sebab ini semua bisa menyesatkannya.
Hadapilah dengan kerendahan hati terhadap orang yang memandang kita sebelah mata. Sebab kita harus punya jiwa, dan belum tentu mereka punya yang seharusnya ada. Karena jiwa adalah segala-galanya, apalagi kita sudah punya, maka kita tidak boleh minder atau merasa rendah diri. Sebab minder dan rendah diri itu adalah penyakit jiwa, ini tidak jauh berbeda jika kita sombong dan congkak terhadap yang kita punya. Maka besarkan hati karena kita lebih punya yang lebih berharga. Punya yang lebih berharga yang tak bisa ditukar dengan harta benda sebesar apapun juga. Karena jiwa adalah segala-galanya. Dan hanya jiwalah yang dapat menuntun hidup kita lebih berharga. Untuk itulah kita harus punya kelebihan jiwa. karena inilah yang paling nyata ! Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|