Hidup ini Hanya Ada Dua Hal untuk di-Jalaninya !

 

Dunia ini seakan banyak dengan simbol-simbol yang kurang bisa dimengerti. Kita lupa dan tak mengerti mengapa kita harus merasakan hidup yang pedih dan perih, Kenapa kita harus merasakan sakit dan pilu. Mengapa kita harus belajar untuk hidup yang serasa penuh dengan sedih dan tangis. Mengapa dan mengapa ? Simbol-simbol hidup itu harus ada, ya Sang Pencipta Sekalian Alam ? Mengapa mereka Kau beri Bencana ? Mengapa mereka dengan mudahnya Kau akhiri hidupnya ? Mengapa dan mengapa ya Tuhan Sang Penguasa Alam ?

Adik telah lupa, suatu ketika bisa merasakan senang dan suka ? Adik telah lupa saat bisa mengatakan atau merasakan bangga suatu ketika. Adik telah lupa bagaimana bisa merasakan bahagia, suka-cita dan hari-hari yang menyenangkan suatu ketika. Adik telah lupa bagaimana bisa meresakan itu semua ?

Mungkinkah kita bisa merasakan bagaimana rasanya pahit itu sebelum pernah merasakan rasa manis. Bagaimana anda bisa mengerti warna hitam sebelum tahu seperti apa yang namanya warna putih. Bagaimana mungkin anda tahu gelapnya malam kalau anda tidak pernah tahu terangnya siang. Bagaimana mungkin ?

Hidup adalah dua hal yang harus dilaluinya. Dua hal yang tersambung menjadi jalan. Jalan yang harus kita pilih salah satunya. Tidaklah mungkin bisa diambilnya secara bersamaan. Jalan yang mana dulu lebih dominan yang menjadi pilihan. Setelah kita merasakan jalan pilihan yang dominan itu, barulah kita bisa menapaki jalan lain yang mungkin membawanya ke suatu tujuan sebagai hasil jalan pilihan yang telah lalu.

Maka barang siapa memilih jalan yang penuh kesenangan, hura-hura, ongkang-ongkang, santai-santai dan hidup kurang makna (hanya mencari enaknya sendiri) yang banyak lebih dominan, maka mereka itu bisa dipastikan di masa-masa yang akan datang, akan segera menapaki jalan yang penuh kesengsaraan, sangat lemah dalam persaingan hidupnya, sangat kering jiwanya dan gersang nuraninya, sebagai hasil pilihan jalan yang telah dipilh awalnya. Saat itulah mereka baru bisa menyesali sikap pilihan hidupnya yang banyak kurang bermakna. Namun sayang penyesalan itu tiada berguna karena waktu terus kedepan, mana mungkin bisa dikembalikan.

Begitu juga sebaliknya, jika kita harus memilih jalan yang penuh kepedihan, keperihan, kekecewaan, penuh tangisan dan semua bentuk yang terkandung dalam sebuah makna dalam kehidupan, yang lebih dominan. Maka kita hanya akan menunggu waktu untuk sampai ke jalan yang penuh wangi-wangian seyuman, bunga-bunga kebahagian, kebanggaan, keceriaan dan terengkuhnya semua arti kehidupan yang sebenarnya. Maka nikmatilah dan renungkanlah ! Janganlah kau hindari demi untuk memilih jalan lain, dimana anda pasti akan mendapatkan jalan sebagai jawaban atas pilihan yang akan diambilnya.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !