Hidup kita pastilah tidak akan sama !

 

Hidup, bahagia, duka, nestapa, dan lainnya adalah milik anda. Bisa saja kita mencoba membangun hidup seperti yang telah terjadi pada orang lain, akan tetapi tidaklah akan pernah sama. Sebab kita adalah diri sendiri yang punya cita dan rasa berbeda dengan yang lainnya. Perwatakan, jiwa dan cita-citapun tidaklah mungkin bisa sama. Kebahagiaan dan ujian juga akan berbeda untuk dihadapi dan diterima. Untuk ini, bisa menjadi sangat menyesatkan kalau kita menuntut jalan hidup yang sama dengan apa yang telah menjadi jalan hidup orang lain.

 

Menjadi menyesatkan oleh akibat bayangan-bayangan, yang telah anda ciptakan dari jalan hidup orang lain itu, ternyata telah menjadi ketakutan-ketakutan pada diri anda sendiri. Apalagi dalam menentukan jodoh, andapun bisa terjebak pada kjebingungan-kebingungan dan ketakutan. Inilah bumerang yang telah anda ciptakan dalam hidup anda ini, kususnya masalah jodoh anda.

 

Untuk itu sudah saatnya anda menentukan sikap dan langkah hidup anda sendiri untuk melangkahi hidup yang nyata dan seharusnya. Untuk itulah juga, kalau anda sudah punya sikap tentang hidup anda sendiri, maka sudah saatnya pula merencanakan hidup ini dengan lenturnya. Rencana yang lentur agar supaya tidak menjadi kaku akibat kenyataan yang harus dihadapinya. Supaya tidak kaku, jika ternyata harapan menjadi meleset karena waktu yang sudah membatasi. Agar tidak kaku, supaya bisa memahami suatu takdir yang harus kita terima sebagai jodoh kita. Tentang jodoh kita, yang merupakan rahasia takdir yang tak bisa dirumuskan sama dengan yang lainnya. Yang tidak bisa dirumuskan sama dengan apa yang telah menjadikan jalan hidup yang lainnya. Jalan hidup yang lainnya sebagai jalan hidup saudara kita, teman atau sahabat kita, tetangga kita dan lainnya. Sudah saatnyalah, suatu ketika kita harus menerima takdir kita sebagai jalan hidup kita !

 

 

Hidup adalah rencana, target dan batasan !

 

Harapan tentang hidup atau cita-cita adalah keharusan yang akan menuntun hidup kita. Akan tetapi, harapan yang tidak disertai usaha dan kemampuan memahami harapan itu sendiri, hanyalah merupakan bayangan yang tak mempunyai nilai sama sekali. Bahkan bayangan maya ini bisa-bisa menjadi jebakan hidup kita, yang justru akan membawa kita sangat jauh dari harapan yang kita angan-angankan itu.

 

Harapan adalah usaha untuk bisa mencapai tujuan ke sana. Akan tetapi, kita tidaklah mungkin akan selalu bisa mencapai hasil yang sama dengan harapan yang semula ada. Hasil dari sebuah harapan, kecuali adanya usaha juga merupakan kenyataan nasib yang harus diterimanya. Dan ternyata nasib dan usahalah, yang selalu akan kita terima apa adanya.

 

Untuk ini, dengan memahami harapan itu sebagai sebuah hasil dari usaha dan ketentuan nasib yang akan diterima, maka kita harus punya target dari apa yang nantinya menjadi harapan kita. Sebuah target dimana harus kita terima atau kita pilih oleh akibat waktu yang telah membatasi kita. Dengan demikian target, bisa jadi akan sangat berbeda dengan harapan semula. Dan target adalah hasil dari sebuah usaha yang telah bisa dilakukannya.

 

Semantara itu, kita juga harus mempunyai batasan waktu, agar supaya nasib yang ada akan segera bisa kita tentukan hasilnya. Sebab tanpa batasan waktu yang membatasinya, maka kitapun bisa-bisa tidak akan pernah ketemu dangan nasib kita. Sebab nasib adalah bagian dari waktu. Nah, ambil contoh saja tentang jodoh, kita sangat mungkin akan tidak mendapatkan jodoh selama-lamanya, hanya karena kita tidak bisa membatasi waktu tentang nasib yang harus kita terima (sebagai sebuah takdir). Dan kalau in terjadi, maka nasib anda menjadi tidak mendapat jodoh selama-lamanya, akibat kesalahan yang telah anda buat sendiri.

 

Inilah sebab kalau kita tidak bisa membatasi sebuah harapan dengan waktu. Yang terjadipun, kita menjadi ketakutan dengan bayangan-banyangan yang selalu kita buat akibat harapan yang tidak bisa di target dan tidak dibatasi oleh waktu.

 

Kemudian saatnya juga, merealisasi harapan-harapan yang ada pada bayangan anda itu. Merealisasi pada target-target tertentu dengan batasan waktu tertentu. Ambil misal anda punya harapan pada sang jodoh yang ganteng, yang baik, yang pengertian, dan yang sudah mapan secara ekonomis. Dan target anda adalah pria baik dan mapan secara ekonomi, atau pria yang baik dan penuh pengertian saja atau yang lainnya, yang jelas tidaklah akan menyakup semua harapan yang ada pada harapan yang semula. Dan kemudian, anda perlu menentukan kapan target dan harapan itu menjadi disudahi dengan batasan waktu. Sebagai misal, pada umrur kurang lebih 27 tahun anda sudah menetapkan pilihan untuk melangsungkan pernikahan. Dan target dan harapanpun bisa berubah menjadi pilihan akan nasib atau takdir anda. Nasib dn takdir anda untuk menerima seorang pria yang beruntung pada rentan waktu itu.

 

Pada saat itu pula anda akan menerima takdir anda itu sebagai hidup anda. Sebagai takdir hidup berumah tangga pada pria beruntung yang telah menjadi pilihan anda. Menerima takdir, untuk mulai mmbangun kebahagian yag nyata. Kebahagian yang nyata sebagai seorang istri dan sebagai seorang pribadi. Sebab perlu diingat juga bahwa kebahagian hidup anda itu berada ditangan anda, bukan suami semata.

 

Kemudia dengan ini anda harus mampu membangun kebahagian diri sebagai pribadi. Kebahagian pribadi yang siap dan mampu menerima apa yang akan terjadi dalam perjalanan rumah tangga anda nanti. Kebahagian diri pribadi yang diimplementasikan menjadi kebahagian berbakti pada suami. Kebahagian pribadi yang diejawantahkahkan untuk selalu menikmati dalam mengasuh, membesarkan dan mendidik anak-anak anda, kelak suatu ketika. Kebahagian pribadi yang mampu menciptakan kehidupan rumah tangga yang sejati. Rumah tangga sejati yng didalamnya dipenuhi sinar kebahagian dan bnga-bunga yang wangi. Namun yang paling utama dari itu semua adalah bagaiman kita bisa membahagiakan diri sendiri ditengah-tengah kesibukan melayani suami dan menegakkan rumah sejati !

 

Nah, kami ingatkan sekali lagi bahwa merencanakan menuju harapan yang akan kita capai haruslah mengandung unsur-unsur fleksibelitas yang tinggi. Mengingat ini kita akan dihadapkan pada batasan waktu untuk menerima nasib dan takdir yang ada. Untuk itu, fleksibelitas yang tinggi ini menjadikan kita harus menerima kenyataan yang ada. Menerima kenyataan yang ada akan nasib anda akan takdir yang harus dijalaninya. Dijalaninya apa adanya tanpa harus mengulur-ngulur waktu yang tiada guna. Dijalani apa adanya, tanpa harus selalu dibayangi pada ketakutan-ketakutan yang menjebak anda, atau juga kebingungan-kebingungan yang telah menyesatkan nasib anda itu. Sudah saatnya anda menentukan sikap dan menjalaninya. Sebab hidup adalah sebuah pilihan, yang harus dijalaninya !

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !