Kita Harus Mengisi Jiwa dengan Cinta !

 

Anda masih cukup muda, maka tak apalah belum banyak mengenal arti sebuah cinta. Namun ini semua janganlah terlalu lama berselangnya. Sebab haruslah diketahui, bahwa arti sebuah ilmu cinta tak sesederhana yang mungkin pernah kita bayangkan. Ilmu cinta ternyata sebuah sistem yang didalam banyak mengandung pemahaman dan pelajaran tentang hidup itu sendiri.

 

Pemandangan hidup yang mengharuskan seseorang bisa meresapi makna yang ada di balik ilmu cinta tersebut. Mungkin bisa saja kita tak harus mengenal apa itu cinta. Tapi tanpa disadari kekokosongan jiwa, akibat tanpa adanya cinta, kita menjadi tidak bisa hidup sebagaimana layaknya. Hidup sebagaimana layaknya manusia supaya mendapatkan tempat yang seharusnya. Hidup sebagaimana layaknya manusia supaya terjadi keseimbangan yang nyata pada kumunitas manusia itu sendiri. Hidup sebagaimana layaknya manusia, yang harus mengisi dan mengasah hatinya dengan cinta dan kasih sayang. Sebab tanpa itu semua kita bisa-bisa tidak menjadi sempurna sebagai manusia sebagaimana mestinya.

 

Mungkin bisa saja kita tak harus mengenal cinta. Namun ini tidak bisa, sebab tanpa disadari, kita akan menjadi beban dan masalah bagi keluarga, atau tak menutup kemungkinan lingkungan kita juga. Bagaimana kita tidak menjadi beban, kalau ternyata hidup kita sangat gersang terhadap cinta. Hidup gersang tanpa cinta yang akan bersemayam pada diri kita, menjadikan kita tidak tahu bagaimana menyikapi keluarga, masyarakat, ataupun lingkungan di mana kita akan berada. Hidup gersang tanpa cinta yang telah menjadikan kita mahkluk yang tidak bisa mengharagai arti kasih dan sayang terhadap sesamanya.

 

Sehingga kemudian dalam perjalanan hidup kitapun menjadikan banyak masalah dan kesulitan akibat kegersangan jiwa kita akan cinta. Jalan hidup manusia yang seharusnya diisi dengan cinta. Sebagaimana manusia yang lainnya, yang telah dan akan menjalani hidupnya dengan cinta. Ilmu cinta yang menjadikan mereka menapaki jalan hidupnya sebagaimana mestinya. Sebagaimana mestinya, menjadikan jiwa mereka seimbang dan dapat menghadapi hidupnya dengan keseimbangan jiwa pula. Demikian selanjutnya, mereka bisa menapaki jalan hidupnya sebagaiman mestinya seperti yang lainnya.

 

 Untuk itu janganlah ada dendam terhadap hidup yang ada, hanya karena kita marah dengan hidup kita. Jangan ada dendam terhadap hidup yang ada, hanya kita telah dikecewakan dalam hidup kita. Sebab hidup sebenarnya tak tahu apa-apa tentang diri dan hidup kita ini. Sebab hidup kita hanya menerima apa yang ingin kita lakukan dalam hidup kita. Sebab hidup memang tak mengerti apa yang akan kita lakukan dan apa yang akan kita kerjakan. Maka kitalah yang seharusnya bertanggung jawab terhadap hidup kita, dan bukan yang lainnya, ataupun menyalahkan ketidakmengertian hidup terhadap hidup kita.

 

Kita sebaiknya dan malah seharusnya bertanggungjawab pada hidup kita sendiri. Bukan malah orang lain yang berhak menentukan hidup kita ini. Untuk itulah kita jangan terpengaruh dengan kesombongan-kesombongan dan kecongkakan yang ada di sikitar hidup kita. Sebab tidak ada larangan orang lain menciptakan kesombongan dan kecongkakan dalam hidupnya. Untuk itu, kita haruslah bisa menempatkan diri untuk tidak ikut-ikutan menanggung kesombongan dan kecongkakan yang telah dilakukan orang lain. Sebab sebaiknya kita membiarkan saja mereka akrobat dan jungkirbalik dengan kecongkakan dan kesombongan yang mereka buat sendiri.

 

Sebab percayalah, perbuatan yang tidak baik yang telah diperbuat orang lain atau siapapun juga, maka pastilah mereka yang akan memetik dan menerima hasil dari perbuatan buruknya itu. Inipun dengan syarat kita tidak perlu terpengaruh dan malah ikut-ikutan menanggung perbuatannya itu. Ikut-ikutan menanggung kekecewaan dan ketersinggungan akibat kecongkakannya, padahal kita sama sekali tidak pernah melakukannya. Jadi kenapa kita harus tersinggung dan kecewa dengan prilakunya ? Mending kita mikir yang lainnya yang mungkin lebih produktif, daripada menikmati akrobat dan jungkirbaliknya orang sombong dan congkak itu. Biar saja orang lain yang tak bisa menempatkan diri dalam hidupnya, yang akan menyaksikan dan menanggung ulah orang itu. Percayalah, pasti akan ada orang lain yang akan mengurusi kebodohan tersebut. Dan andapun menjalani hidup yang mungkin lebih bermanfaat, daripada menyaksikan dan mengurusi akrobat seseorang, rugilah ya ! Aneh bukan ?

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !