|
Masalah Jodoh yang Ideal !
Berbicara masalah jodoh yang ideal adalah gampang-gampang susah. Ini disebabkan masalah jodoh adalah masalah yang tak bisa dirumuskan. Masalah jodoh adalah misteri dan sulit diduga. Oleh karena itu sulit rasanya menentukan masalah jodoh menjadi suatu hal yang ideal. Namun memang ada beberapa hal yang bisa menjadi pegangan, supaya kelangsungan perjodohan dan rumahtangganya menjadi lebih nyaman dan tidak banyak menemui kendala yang berarti. Namun inipun, tidak ada jaminan akan berlangsungnya rumah tangga yang mulus tanpa lubang dan duri.
Hal di atas sangat bisa dipahami mengingat, sebuah perjodohan akan menyangkut masalah perwatakan, kepribadian, kultur, dan cara pandang dua insan yang berlainan jenis dan asal-usulnya. Nah.., akibat berperannya banyak faktor, maka masalah perjodohan adalah masalah yang cukup rumit dan pelik. Untuk itu kalau toh kami bisa sedikit banyak menjabarkan permasalahan keidealan sebuah perjodohan, maka ini bukanlah sebuah keharusan. Namun mungkin tidak ada salahnya menjadi sebuah pilihan yang pantas untuk dipertimbangkan.
Yang pertama ialah kesamaan dalam hal kepercayaan yang dianutnya (Agama, adat-istiadat ataupun kultur yang dianutnya). Ini kami tekankan menjadi hal yang utama, oleh sebab kepercayaan yang sudah dianutnya adalah bagian dari sistem yang sudah mengakar pada diri dan keluarganya. Perbedaan kultur dan kepercayaan tidak sedikit banyak menjadi ganguan dan ganjalan pada sebuah rumah tangga yang berdiri diatas dua kultur dan kepercayaan yang cukup tajam perbedaannya.
Perbedaan yang cukup tajam inilah yang sering berperan menggoyahkan rumah tangga seseorang. Dan dalam banyak kasus, penyebab goyahnya sebuah rumah tangga dalam kaitannya dengan masalah ini, justru disebabkan campur tangan pihak luar. Kedua belah pihak yang berada diluar ini, sering memberi pandangan yang berbeda terhadap dinamika rumah tangga tersebut. Dan kemudian pada akhirnya, jika kedua insan yang berada dalam rumah tangga tersebut tidak mempunyai prinsip dan sikap akan masa depan rumah tangganya sendiri, maka jalannya rumah tangga itupun banyak mengalami goncangan dan ujian. Dan selanjutnya, nasib rumah tangga merekapun akan berada di ujung tanduk. Dan kemudian, kalau tidak segera menemukan prinsip dan sikap terhadap rumahtangganya sendiri, maka tidak mustahil rumah tangga itupun mudah ambruk berantakan..
Kedua adalah kematangan diri tentang pandangan mengenai lawan jenisnya. Hal ini berhubungan dengan dasar dan alasan kenapa seseorang memilih calon pendampingnya. Pertimbangan ini menjadi sangat penting mengingat banyak orang salah atau keliru dalam menetapkan dasar dan alasan memilih calon pendampingnya.
Sebab banyak orang menjadi keliru ketika kekayaan dan harta benda yang mendasarinya, ternyata telah menjadi menyakitkan dalam hidupnya. Bagaimana tidak sakit dalam hidupnya, karena ternyata pendampingnya tidak tahu atau tidak mengerti cara memperlakukan dirinya. Begitu juga dengan kecantikan dan kegantengan yang sangat semu itu, jika ternyata prilakunya dan sikap-sikapnya jauh dari wajahnya ? Bagaimana tidak menyakitkan, jika ternyata kegagahan dan kemolekannya itu, tidak segagah dan semolek membina rumah tangganya ? Dan seterusnya dan seterusnya.
Lalu pada akhirnya, ternyata kematangan diri dalam mempersiapan berumah tangga itu berada dalam jiwanya. Dalam jiwa yang sudah siap mengabdi dan melindungi. Dalam jiwa yang mengerti cara memperlakukan dan memahami istri atau suami. Dalam jiwa yang sangat tahu betul cara membangun kebahagian yang sejati. Dalam jiwa yang segera bisa menyikapi dan segera menempatkan diri, suatu ketika harus melewati jalan terjal yang penuh duri. Dalam jiwa yang tahu betul kewajiban dan hak sebagai istri atau suami. Dalam jiwa yang sadar betul cara menjalani rumah tangga yang sejati. Jiwa yang sudah matang untuk memasuki dunia yang sudah bukan menjadi dirinya sendiri ?
Yang ketiga atau yang terakhir adalah sebuah rumah tangga haruslah menjadi semangat untuk belajar mandiri dan mencari kehormatan diri. Semangat mandiri dan mencari kehormatan diri di sisni adalah pandangan bahwa keluarga harus bisa menjadi inspirasi dan semangat untuk mencari rejeki. Sebab harus disadari, bahwa dalam rumah tangga akan banyak pelajaran yang akan dihadapi dan dilalui. Pelajaran itu harus diarahkan untuk menuju rumah tangga yang produktif dan berdaya guna. Produktif dalam meningkatkan rejeki yang sejati (bukan pendapatan ketika masih sendiri). Berdaya guna untuk melahirkan generasi yang mumpuni dan penuh prestasi. Berdaya guna ikut serta membangun masyarakat yang produktif dan inovatif. Berdaya guna sebagai lini depan yang akan menentukan nasib bangsa yang lebih pasti. Berdaya guna menjadikan rumah tangga yang sejati, yaitu rumah tangga yang mampu mendapatkan kemapanan dan kehormatan diri.
Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|