Kebaikan Takan Pernah Mengurangi Apa-Apa !

 

Begini Dik, menurut kakak,  tak usah terlalu dihiraukan kekurangan yang ada pada diri anda. Itu sebuah kenyataan yang harus diterimanya. Sebab tak mudah untuk mengubahnya. Kalau toh bisa, butuh waktu yang panjang dan berliku. Namun ini semua tak perlu dilakukannya. Sebab itulah sebuah efek dari bandul yang adik pilih selama ini. Walau mungkin tidak disadarinya.

 

Sebuah bandul yang adik pilih dan jalani dengan menikmati usaha-usaha yang nyata. Serasa menikmati untuk selalu belajar dan berusaha menguasainya. Serasa menikmati untuk selalu menambah ilmu yang ada. Sebuah bandul yang dipilihnya kian tak terasa. Sebuah bandul sebagai pilihan yang akan disambut oleh jalan kesuksesan, kehormatan, dan jalan sebagaimana mestimya manusia berusaha untuk meningkatkan eksistensinya.

 

Kakak tak pernah sedikitpun riasau dengan kekurangan yang adik punya. Walau kadang adik sedih  menjalaninya. Walau ada kesendirian yang serasa dikucilkan. Walau adik tampak kuper dan kurang pergaulan. Itulah sebuah bandul yang ada pada diri anda yang sudah dijalaninya dan dinikmatinya. Sebuah bandul yang seakan telah membawanya ke kesendirian dan kegalauan. Namun kakak tak mengkhawatirkan dan menakutkannya.

 

Karena adik hanya sedang dihadapkannya pada arus kebodaohan yang nyata. Diamana arus tersebut pasti takkan pernah mendapatkan apa-apa, kecuali penyesalan yang ada. Jadi adik tak usah risau dan mengkhawatirkannya. Karena adik hanya perlu cara menghadapi arus kebodohan yang nyata. Suatu cara dimana adik mampu menempatkannya. Tanpa harus menghilangkan kekurangan yang ada. Kekurangan yang hanya butuh dipoles dan disesuaikan keadaannya.

 

Dipoles dan disesuaikannya dengan keadaan arus yang ada. Suatu arus yang nyata-nyata tidak baik untuk di ikutinya. Karena pasti tidak akan pernah mendapatkan apa-apa, kecuali penyesalan yang tak berguana suatu ketika. Dipoles dan disesuaikan dengan melakukkan kebaikkan-kebaikkan apa adanya. Kebaikkan-kebaikkan yang tak usah berharap apa-apa kecuali kebaikkan itu sendiri. Kebaikkan-kebaikkan yang hanya akan mendapat kebaikkan itu sendiri. Dan yang pasti kebaikkan yang takkan pernah mendapatkan kerugian apa-apa.

 

Dik Tifa yang merasa sedih di hati,

Jadi walaupun adik kuper dan kurang pergaulan, namun tetap bisa melakukkan kebaikkan apa saja kepada mereka. Walau mereka awalnya masih bermuka masam. Walau mereka malah menaruh curiga atau salah paham atas kebaikkan anda. Walaupun mereka tetap tak berubah sikapnya. Tak berubah sikap hanya karena mereka masih membodohi dirinya sendiri. Atau mungkin mereka masih mencibiri kebaikkan anda. Karena waktu akan terus berjalan dan akan mengungkapkan kebaikkan. Kebaikkan yang akan menenggelamkan kebodohan yang ada. Sebab hanya waktulah yang akan mampu menjelaskan semua, atas apa itu kebaikkan yang nyata. Jadi maksud kami, biarlah adik kuper, akan tetapi suatu ketika akan disegani oleh mereka. Dihormati oleh mereka dan akan disayangi mereka.

 

Lalu bagaimana jalan menuju ke sana ?

Mulailah dari sekarang untuk menebar kebaikkan-kebaikkan itu. Menebar kebaikkan untuk membiarkan mereka menyontek usaha anda. Biarkanlah mereka takkan pernah mendapatkan apa-apa karena kerjanya hanya menyontek pekerjaan anda. Mereka pasti takkan mendapat apa-apa kecuali kebodohan yang akan mereka terima. Suatu kebodohan yang seakan mendapat kepuasaan yang sangat sementara. Kepuasan atas nilai baik yang mereka teriama, tanpa harus usaha. Tapi apa sebenarnya yang akan mereka terima dari itu semua. Tentu saja mereka hanya akan menerima kebodohan yang nyata atas kerjaannya itu.

 

Mana mungkin orang yang kerjaannya menyontek saja punya masa depan yang menjanjikkan. Mana mungkin, suatu ketika mereka akan selalu mendapatkan banyak kemudahan kalau kerjaannya hanya enaknya saja. Bagaimana mungkin mereka akan mendapat harga diri yang tinggi kalau kerjaannya hanya mau yang mudah-mudah saja. Mana mungkin ? Jadi biarlah mereka terus tenggelam pada arus kebodohan yang nyata atas kebaikkan-kebaikkan anda. Biarlah mereka suatu ketika akan sangan menyesalinya perbuatanya.

 

Percayalah, tindakkan mereka tidak akan mengurangi kepandaian anda. tidak ada sedikitpun sesuatu yang berkurang pada diri anda, kecuali hanya akan menerima kebaikkan-kebaikkan yang telah anda berikan. Biarlah mereka terus terbawa arus kebodohannya. Mereka tidak akan pernah mendapatkan apa-apa kecuali kebodohan itu sendiri.

 

Mungkin suatu ketika, tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkannya. Sehingga pada saat itu, adik merasa mendapat kerugian atas kebaikkan-kebaikan yang telah diberikannya. Yang tidak menutup kemungkinan akan mereka manfaatkan.

 

Namun percayalah ! Itu hanyalah masalah waktu saja. Namun Dengan syarat adik jangan merasa habis-habisnya menebarkan kebaikkkan semuanya. Niscaya waktu takkan mampu membohongi kebenaran. Waktu takkan mampu menenggelamkan kebaikan yang begitu nyata itu. Sampai kapanpun kebohongan itu ada. Sampai kapanpun kesalahpahaman itu ada. Kebenaran takkan pernah bisa ditutupi oleh waktu yang terus berjalan ini. Kerena di sanalah tempat kebenaran itu berada, dan tak mungkin lekang karenannya.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !