Semua karena kebodohan diri kita !

 

Penyebab ambruknya kridibilitas itu hanya ada tiga hal, yaitu lupa diri, tak tahu diri, dan ketidakwaspadaan diri. Dan penyebab utama yang terangkum dalam tiga hal itu adalah kebodohan atas dirinya sendiri. Bagaimana tidak bodoh diri, karena mangatakan bisa, namun sebenarnya jelas-jelas tidak bisa. Bagaimana tidak bodoh diri, mengatakan punya, padahal tidak mempunyai sedikitpun. Bagaimana tidak bodoh diri, mengatakan ada, namun sebenarnya tidak ada.Bagaimana tidak bodoh diri, mengatakan benar, namun kenyataannya tidak benar sedikitpun.

 

Kami sangat heran sekali dengan para pelaku pembodohan diri ini. Bagaimana tidak ? Sudah sangat jelas terlihat akan kebodohan dirinya. Sudah amat sangat tampak dan amat sangat nyata terlihat oleh mata telanjang kita, kebodohan yang ada. Namun tega-teganya mereka berbuat terhadap dirinya, sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Bagaiman tidak melukai dirinya, kalau dengan congkakanya menyepelekan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka bisa. Bagaiman tidak menyakiti dirinya sendiri dengan bodohnya, menganggap sesuatu yang sebenarnya sulit dengan remehnya. Bagaimana tidak ? Dengan sadarnya, dengan sengajanya, meremukkan jiwanya ini dengan kebodohannya. Dengan bodohnya merusak jiwa ini dengan nyata, hanya karena merasa menikmati kebodohan sementara yang sedang dilakukannya.

 

Kebodohan sementara dengan lagak yang sangat berbeda dengan apa yang mereka punya. Bagaiman kita tidak kasihan dengan mereka, kalau sudah lama berlagak di depan lingkungannya, entah linkungan kampungnya, entah lingkungan kerjanya, ataupun lingkungan sekolahnya, ataupun di hadapan teman-temannya, atau dimanapun juga. Mereka masih bisa-bisanya berlagak, sementara yang lain sudah mengetahuinya. Mengetahuinya sebagai lagak yang berbeda dengan kenyataannnya. Betapa kita tidak kasihan sama mereka, masih tidak menyadarinya, tentang lagaknya yang sudah diketahui semuanya.

 

Bagaimana tidak kasihan sama mereka, masih bisa-bisanya berlagak, masih saja tidak menyadarinya, bahkan merasa menikmatinya semua kebohongan yang ada. Bagaiman kita tidak kasihan sama mereka, jika seakan kita melihat pelawak srimulat sedang membanyol, yang membuat banyak orang tertawa itu. Tertawa akibat tingkah laku, lagak dan banyolannya, yang sudah bisa kita pastikan akan membuat kita tertawa.

 

Namun sayang, sangat berbeda orang yang berlagak itu dengan pelawak srimulat. Walaupun tingkah laku, lagak dan banyolannya, hampir bisa dikatakan sama. Akan tetapi hasilnya sangat jauh berbeda. Berbeda, karena pelawak srimulat justru akan menjadi terkenal dan banyak penggemarnya. Tidak hanya itu, pelawak srimulat itu malah akan menanjak kariernya, oleh sebab banyolan, lagak dan tingkah lakunya, yang bisa membuat banyak orang sangat membutuhkannya.

 

Namun apa yang terjadi dengan pelawak bodoh yang tidak menyadari dirinya itu. Bukannya semakin menanjak kariernya, malah bisa dipastikan dalam waktu dekat akan terpuruk nasibnya. Bukannya malah banyak penggemarnya, tapi malah banyak yang menjauhinya. Bagaimana kita tidak kasihan dengan pelawak bodoh ini, sudah jatuh malah tertimpa tangga. Bagaimana kita tidak kasihan sama mereka, jika banyolan, lagak dan tingkah lakunya menjadikan orang-orang disekelilingnya merasa muak dan tertawa. Namun bisa-bisanya, si dia masih bisa menikmatinya. Menikmatinya akaibat kebodohan diri yang nyata dan akibat ketidaksadarannya dengan itu semua. Kasihan sungguh kasihan mereka !

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !