|
Saran dari keluarga dan orang lain (yang bijak) harus dipertimbangkan !
Entahlah kami merasa ada yang disembunyikan dari persoalan yang ada. Bagaimana tidak, kenapa anda bisa menganggap pacar akan tetapi anda tidak mengenalnya. Ini sungguh aneh dan sangat membingungkan kami. Akan tetapi kami bisa menerimanya, sebab segala sesuatu pastilah bisa saja terjadi, sebab memang inilah hidup yang harus diungkap maknanya.
Untuk itu tidak ada jalan lain yang mungkin bisa kami sarankan kepada anda, yaitu hanyalah orang yang bijak yang ada disekitar hubungan yang ada. Inipun sebaiknya pihak keluarga anda lebih dulu dimintai saran dan masukan tentang hubungan anda yang cukup aneh itu. Sebab (mohon maaf lho !), saya masih melihat anda masih terlalu lemah untuk memutuskannya atau mengambil langkah selanjutnya. Dan orang bijak yang kami maksud di atas, adalah orang yang tahu tentang anda, pacar anda yang sepertinya tidak memperhatikan anda itu, dan teman baru yang seakan dipenuhi perhatian dan segalanya itu. Dan orang bijak yang dipilihpun benar-benar sudah dewasa pemikirannya, serta kata-katanyapun bisa membuat semua bisa memahaminya. Untuk itu, janganlah salah memilih orang bijak yang akan menentukan hidup anda itu.
Masalah perhatian dan segalanya, bukanlah jaminan lebih hebat karenanya. Sebab maaf, kami masih sangsi dengan perhatian dan kebaikan teman baru anda itu. Benarkah perhatian dan kebaikannya itu terlahir dari jiwa yang iklas dan penuh kedewasaan. Ataukah hanya terlahir dari seorang pemancing yang tau umpan yang akan diumpankan pada ikan yang sudah dikenal dan diketahuinya. Jangan-jangan memang telah menjadi hobinya memancing ikan. Dan kalau toh sudah mendapat ikannya, merkapun tak mau tahu dengan si ikan itu. Mau di masak ataupun diberikan tetangga, terserah ! lha wong hobinya saja memancing ikan. Namun, beruntunglah si ikan kalau ternyata masih diharapkan untuk dimasaknya. Akan tetapi, bagaimana kalau sudah didapat namun kemudian diterlantarkannya. Kan hobinya cuma memancing ! Apa urusannya dengan si ikan ?
Sekali lagi kami mohon maaf, kalau kami seakan terlalu berprasangka buruk. Kami hanya menginginkan anda selalu berhati-hati menjalani hidup ini. Sebab banyak sekali perangkap-perangkap hidup yang telah dibuat oleh orang-orang bodoh dan tak tahu diri itu. Atau bisa juga karena ketidaktahuan kita tentang rumitnya hidup ini, malah kita sendiri yang dengan tidak sadar membuat perangkap untuk diri kita sendiri, kan tidak lucu lah ya !
Sebab kami juga heran dan tak habis pikir, kenapa banyak dari mereka tega-teganya melucu di atas perangkapnya sendiri, atau melucu diatas kepedihan sendiri. Yah mungkin saja mereka melakukan, karena merasa tidak mungkin orang lain bisa melihatnya. Atau bisa saja mereka tidak menyadari juga, atas kelucuan yang penuh luka itu selalu dipentaskannya. Atau mungkin saja karena kesombongan yang ada pada dirinya, sehingga merekapun tidak menyadarinya ada yang bisa melihat kehampaan hidupnya. Kami sangat sedih dan kasihan sama mereka itu, akan tetapi kami yakin sebagian dari mereka akan menyadari dan menyesalinya, tentang lelucon yang ternyata sangat hampa itu. Untuk ini, kami berharap anda untuk tidak meniru dan mengulangi nasib mereka.
Belajarlah mengkomunikasikan dulu, apa yang sebenarnya terjadi ? Tanyakan juga pada keluarga anda dan orang bijak yang ada, kenapa si dia berbuat seperti itu, apa yang terjadi padanya dan apa yang salah pada diri anda. Inilah yang perlu dilakukan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Inilah juga yang kami sebut belajar membangun komunikasi, yang kelak sangat berguna untuk membangun kebahagian hidup anda yang akan datang.
Sebab hidup sebenarnya hanyalah sebongkah masalah yang harus selalu kita hadapi. Untuk memecahkan masalah tentu saja kita dituntut memetakan masalah yang ada. Demikian sehingga kita bisa memutuskan langkah apa yang perlu di ambil dari masalah yang ada. Nah, pemetaan masalah hidup sangatlah mustahil tanpa adanya komunikasi yang harus dilakukan. Karena semua ini berhubungan dengan gerak langkah insan manusia yang mempunyai jiwa di dalamnya, sehingga kita bisa mudah salah hanya karena kita selalu menilai yang nampak-nampak saja. Sebab kami ingatkan juga, bahwa sikap dan prilaku yang nampak sangatlah mungkin berbeda dengan apa yang ada dalam jiwa dan hati yang ada. Untuk ini berhati-hatilah menilai sesuatu yang ada tanpa adanya komunikasi untuk memperjelas kenyataan yang ada.
Kemudian setelah anda melakukan langkah-langkah yang kami sarankan dan bisa memahami apa yang terjadi, barulah saatnya anda menentukan pilihan yang memang pantas untuk dipilihnya. Bagi kami kedua-duanya berpeluang untuk dipilih. Akan tetapi bagi kami, menjaga lebih penting daripada mudah meninggalkan kenyataan hidup yang harus selalu dihadapinya. Kenyataan hidup yang selalu silih berganti, entah dari suka kemudian nestapa, atau dari senang kemudian susah, pokonya semua yang seakan harus silih berganti tiada henti, sebab memang beginilah hidup agar bisa dinikmati. Menikmati hidup yang pasti akan silih berganti. Bisa menikmati, jika kita bisa berusaha menjaga yang sudah ada. Menjaga yang sudah ada supaya kita tidak banyak kehilangan makna. Banyak kehilangan makna, hanya karena kita mudah terlarut dalam hidup yang harus selalu barganti. Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|