Sifat Mendua, tak pernah Mendapat Apa-Apa !

 

Sifat Mendua menjadikan tak pernah berarti apa-apa !

 

Kami bisa memahami kenapa mas fansuri harus terjebak pada sikap yang mendua. Tapi bagaimanapun juga, yang namanya sikap mendua, mentiga, atau seterusnya, membuat kita tidak akan pernah bisa menyikapi hidup ini dengan lebih dewasa dan satria. Apapun alasannya, sikap mendua dan lainnya, hanya akan mendorong kita pada perbuatan-perbuatan yang tak pernah menjadikan kita lebih dewasa dan satria. Padahal kalau anda pingin tahu rahasia yang paling utama menghadapi hidup ini, tak lain dan tak bukan hanyalah sikap yang dewasa (kematangan jiwa) dan satria. Sebab kalau kita tidak bisa membentuk jiwa yang matang (dewasa) dan satria, maka dapat dipastikan, kita tak pernah merasakan hidup yang paling bahagia dan paling berharga.

 

Kenapa kami selalu menekankan pada satu pilihan. Kenapa kami selalu mengarahkan hidup siapapun juga pada satu jalan. Kenapa dan kenapa, kami sangat menekankan untuk hidup pada satu harapan, satu keinginan, satu pandangan, satu sikap, atau semua gerak dan jiwa kita pada satu lingkaran saja. Sebab hidup ini memang telah mengajarkan pada kita akan adanya satu zat saja, satu jenis saja, satu macam saja dan satu kesatuan saja.

 

Dan hidup ini pada akhirnya hanya akan kembali pada tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab siapapun juga. Saya adalah saya, anda adalah anda, dan orang lain adalah orang lain juga. Kesalahan anda adalah tanggung jawab anda, bukan tanggungjawab kami atau orang yang lainnya. Inilah hidup, sehingga kesalahan awal anda adalah tanggungjawab anda untuk menerimanya, bukan kami atau yang lainnya. Ketidakpahaman anda tentang hidup adalah resiko anda untuk menerima segala kemungkinan yang ada darinya.

 

Memang segala bentuk kesalahan langkah hidup, awalnya menarik dan serasa menyenangkan. Sebab, siapakah yang bisa mengatakan bahwa banyak waktu yang digunakan untuk belajar, untuk bekerja, untuk berkarya dan untuk berpikir tentang masa depan adalah hal yang menarik dan menyenangkan. Ini mungkin bisa saja menarik dan menyenangkan bagi mereka yang sudah berhasil melurus jalan hidupnya. Dan jangan di tanya, apakah pada awalnya mereka dapat melakukan untuk menemukan jalan hidup yang seharusnya itu, dengan mudahnya. Awalnya merekapun bisa saja melakukan kesalahan demi kesalahan. Namun seiring waktu akan tekadnya pada satu jalan saja, menjadikan mereka mudah menemukan jalan hidup yang sebenarnya. Jalan hidup yang sebenarnya, yang dirasakan lebih menjanjikan untuk dijalaninya. Menjalaninya dengan gagah dan perkasanya, melangkahi hidup yang memang sudah selayaknya dijalani itu. Dijalani dengan cukup menyenangkan dan membanggakan karena sudah menemukan jalan yang memang sudah pantas dijadikan jalannya.

 

Ini berbeda dengan orang yang tidak menyadari kesalahan akan jalan yang sedang dipilihnya itu. Sebab mereka sebagian besar telah tidak menyadari, bahwa jalan hidupnya yang penuh perangkap dan jebakan yang telah dibuatnya itu, sebagai kesalahan. Sebagai kesalahan yang bisa membawanya pada jiwa yang lemah dan mudah goyah. Jiwa yang lemah dan mudah goyah sebagai akibat bangunan jiwa yang telah dibangunnya itu, dibangun dari banyak kesalahan dan ketidakpahaman jalan hidup, yang serasa menarik dan menyenangkan pada awal-awalnya saja.

 

Siapakah yang tak akan berpendapat bahwa mempunyai dua gacoan yang cakep-cakep dan mempunyai kelebihan masing-masing yang berbeda itu, tidak menyenangkan dan tidak seru. Pastilah, sebagian besar hal tersebut dianggapnya sebagai suatu yang mengasyikan dan menggoda. Tapi sayang, kesalahan pemahaman pada satu pandangan, tidak disadarinya akan menjebak dan mendorong mereka melakukan kesalahan demi kesalahan yang lainnya, dalam masalah lainnya, pada jalan lainnya, dan pada pandangan yang lainnya. Padahal kesalahan-kesalahan itu serasa menarik, menyenangkan dan malah mengasyikkan. Namun mereka dapat dipastikan suatu saat akan menyadarinya, bahwa semua itu ternyata sebuah kesalahan. Dan kalau sudah disadarinya, tidak ada ungkapan yang lainnya kecuali penyesalinya.

 

Akan tetapi masalahnya, bukan masalah kesadaran yang muncul suatu ketika, akan tetapi berapa waktu yang telah terbuang sia-sia, hanya untuk sebuah kesalahan. Dan berapa banyak pelajaran yang seharusnya ada di dalamnya itu tak didapatkannya, hanya karena tak menyadarinya telah terjebak dalam hidup yang sia-sia tanpa memberi warna. Sehingga merekapun terpaksa harus menerima betapa banyak pelajaran hidup yang harus diketahuinya. Namun sayang, setelah beberapa saat kemudian baru menyadarinya. Sehingga merekapun harus menerima sedikit ilmu hidup akibat dari kesalahan masa lalunya. Dan merekapun seharusnya sudah banyak memahami tentang sebuah jalan hidup yang harus dimengerti, akan tetapi merekapun baru memulai.

 

Terus siapakah yang akan merasa rugi, hanya karena telah salah memulai jalan hidupnya. Terus siapakah yang tak akan menyesali, hanya karena telah menjebak dirinya pada hidup yang seakan menarik dan mengasyikan itu. Hidup yang seakan menarik dan menyenangkan itu, ternyata telah membuat mereka menjadi semakin tak mengerti tentang hidup yang seharusnya. Dan sebenarnya yang paling menakutkan dan menyakitkan adalah ternyata mereka tak akan pernah mendapat apa-apa dari semua yang telah dilakukannya itu. Terus siapakah yang akan rugi sendiri, hanya akibat kasalahan jalan hidup yang serasa menyenangkan dan mengasyikan itu. Masih belum sadarkah mereka dengan kesalahan yang telah dibuatnya itu ?

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !