|
*** Jangan biarkan Mereka Hidup Mengenaskan ! *** *** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***
Mer... De... Ka... !
Tirakat demi tirakat seakan selalu menembus dinding kalbuku ! Ziarah demi ziarah bagai menelusuri heningnya gundukan cerita sepi ! Seram ! Mengerikan ! Menyimpan darah perjuangan.
Berpanas-panas menyengat di padang rerumputan ! Pidato-pidato penuh semangat kadang-kadang menyentuh ubun-ubunku ! Bagai penuh semarak omongan-omongan yang menyirami keringnya bumi. Mengelegar berapi-api tapi bisa menjadi ilusi.
Semua menjadi kidmat dan penuh mimpi. Meriah ! Penuh tawa dan canda lebur dalam lomba-lomba keriangan. Bendera-bendera seakan penuh sesak, serasa takut tak cinta bangsa.
Waktu trus bergulir. Tanpa pamit, tanpa harus minta restu. Semua selalu begitu ? Tak pernah berubah ? Trus dan terus entah sampai kemana ? Semua tetap seperti sedia kala.
Semua merasa membela bangsanya ! Semua merasa paling benar karenanya ! Jadilah debat anak TK tak pernah ketemu ujungnya ! Kecongkaan pribadi dan kelompoknya, seakan menjadikan kebodohannya semakin tak terasa.
Akankah kita bisa menghargai darah 45 ? Jika selalu menjadi anak TK yang sombong dan lupa diri.
Lalu kapan kita akan menjadi sarjana, walau harus butuh waktu yang lama? Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang, yang selalu mentertawakan prilaku kita !
Ya Tuhan Ampunilah kebodohan Mereka !
Banguntapan, 17 Agustus 2006. Pukul 15.30.
|