Harus ada kesadaran bahwa pacaran hanyalah proses pembelajaran !

 

Pada kenyataan pacaran tak sedikit yang hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan bisa sangat menyakitkan. Malah bisa dibilang hanya sedikit yang berakhir di pelaminan. Itupun terjadi (perkawinan) karena sudah melalui proses kegagalan demi kegagalan, kekecewaan demi kekecewaan dan pengkianatan demi pengkianatan. Adapula yang hanya melakukan dengan proses yang cukup singkat saja. Dan kalau boleh dibilang, bahwa pada kenyataannya ternyata pacaran sesungguhnya hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan sangat menyakitkan.

 

Kemudian kalau sudah memahami kenyataan umum yang terjadi, maka tidak ada jalan lain untuk menyadari bahwa pacaran hanyalah sebuah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang didalamnya terdapat adanya perasaan cinta, kecemburuan, kemungkinan adanya pengkianatan, godaan seksual, kesalahpahaman-kesalahpahaman, rayuan gombal, proses meningkat kemudian menurun, datang dan pergi, awalnya cinta dan berakhir dengan kebencian, dan lain sebagainya.

 

Dengan demikian siapapun juga yang sudah memberanikan diri membangun cintanya dengan pacaran, maka merekapun harus siap untuk dikianati, dilukai, dikibuli, terjerumus pada sek yang sangat mematikan, malu, hilang kepercayaan diri, dan banyak hal lain yang harus siap diterima sebagai sebuah kenyataan akibat irama cinta yang bisa memabukkan ini. Terjerumus pada sex yang mematikan akibat jiwa cinta yang memang akan membawanya ke sana. Terjerumus pada sex yang mematikan, karena tanpa disadarinya kita tahu-tahu sudah terjebak di sana. Terjebak pada aktifitas sex yang sebenarnya belum siap kita terima. Ketidaksadaran terjebak aktifitas sex sebagai arus jiwa cinta, yang pada akhirnya, ternyata sangat menyakitkan. Sangat menyakitkan karena telah ada pengkianatan. Adanya pengkianatan setelah semua terjadi begitu saja.

 

Begitulah resiko pacaran yang harus disadarinya. Sebab pacaran adalah irama cinta itu sendiri. Dan cinta pastilah akan membawanya pada aktifitas sex. Namun aktifitas sex belum bisa menjamin akan membawanya pada semakin kokohnya cinta. Demikianlah adanya tentang roh cinta itu. Sehingga bisa dikatakan cinta adalah sex, namun sex belum tentu membawanya ke dalam roh cinta. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa pacaran adalah hawa nafsu itu sendiri.

 

Jadi, adalah pembohong besar !, jika udah jadian berbulan-bulan dan sudah ke sana ke mari berduaan, namun belum pernah ciuman, meraba-raba dan seterusnya. Apalagi sudah berjalan 6 bulan atau 1 tahun lebih, maka pembohonglah !, kalau mereka mengatakan kalau aktifitas pacaran mereka hanyalah dilakukan dengan hanya ngobrol-ngobrol saja.

 

Perlu juga diketahui bahwa pacaran adalah perkembangan. Maka pacaran tanpa perkembangan maka pastilah akan menunai keretakan. Sebagaimana sifat manusia, manusia tidaklah mungkin hanya merasa cukup melakukan sesuatu yang pernah berulang-ulang dilakukannya. Mereka pastilah menuntut lebih dan lebih, tentang apa yang telah didapatkannya. Demikian juga dengan pacaran, mungkin bisa saja awalnya hanya dilakukan dengan ngobrol-ngobrol belaka, akan tetapi tidaklah mungkin tanpa kelanjutan dan perkembangan. Memang awalnya ngobrol-ngobrol saja, kemudian bergandengan tangan, kemudian berangkulan pinggang, demikian seterusnya dan seterusnya, sehingga hibungan sex hanya tinggal menunggu waktu saja. Untuk itu, disadari ataupun tidak disadarinya, proses itu pastilah akan terkembang.

 

Ada juga sebagian dari mereka, karena hawa nafsu sudah menggebu-nggebu, maka merekapun memutuskan untuk segera menikah. Tapi ada juga yang berani melakukannya, walaupun akhirnya menuai perasaan bersalah dan was-was, akibat dilakukannya diluar pernikahan. Ya, beruntunglah kalau berakhir dipelaminan. Tapi kalau tidak, maka akan hancurlah salah satunya. Sebab itulah cinta yang ada dipertemuan dua anak manusia, maka hawa nafsu di sana akan bekerja dengan sendirinya. Hawa nafsu yang menuntunnya untuk berbicara. Untuk berbicara, sebagaimana jiwa cinta yang sedang berada diantara mereka.

 

 

Pacaran Sangatlah sulit terhindar dari hawa nafsu !

 

Untuk itu menjadi sangatlah sulit menghindarkan pacaran dari hawa nafsu. Sebab begitulah Tuhan menciptakan dua anak manusia yang akan dipertemukan dengan daya tarik cinta di dalamnya. Daya tarik cinta, sehingga mereka tetap bisa berkembang dan mampu mempertahankan keberadaannya sebagai manusia. Sebab tanpa adanya daya tarik cinta, maka pastilah sudah habis riwayat manusia sejak dulu diciptakannya. Dengan demikian, adanya manusia sampai sekarang ini, tak lepas dari peranan cinta yang ada di dalamnya. Maka, berharap akan keberadaan manusia, haruslah ada cinta yang menyertainya. Maha Bijaksana Tuhan yang memang telah berkehendak menciptakan manusia dengan penuh rasa cinta di dalamnya.

 

Di balik Tuhan memberikan rasa cinta pada manusia, maka di sanalah hawa nafsu itu menjadi bisa dirasa. Dan jiwa cinta adalah hawa nafsu itu sendiri. Jadi, adanya cinta tanpa hawa nafsu didalamnya, adalah hampa dan takkan pernah menjadi apa-apa. Dan hawa nafsu tanpa cinta, yang akan terjadi hanyalah kehancuran dan kerusakan belaka.

 

Untuk ini, menjadi tidaklah mungkin mampu menghindar dari hawa nafsu, ketika dua insan manusia bertemu oleh sebab landasan cinta. Sehingga bertemunya dua insan manusia dengan alasan cinta, bersiap-siaplah mengendalikan hawa nafsu yang akan berperan di dalamnya. Mengendalikan hawa nafsu cinta yang begitu sangat menggoda. Selanjutnya dua anak manusia yang sedang dirundung cinta itu, selaras dengan intensitas pertemuaan dan kurun waktu yang terkembang, tidaklah mungkin akan merasa cukup hanya sekedar tatap muka dan ngobrol-ngobrol tanpa makna. Mereka pastilah akan terdorong melakukan tahapan-tahapan cinta yang dituntun oleh kuatnya hawa nafsu cinta.

 

Dengan demikian, siapapun yang ingin menghendaki berhentinya tahapan cinta, maka merekapun haruslah rela mengakhiri perjalanan cinta mereka. Dan, siapapun yang berusaha mempertahankan perjalanan cintanya, maka merekapun harus siap dituntun oleh hawa nafsu cinta pada tahapan-tahapan selanjutnya. Suatu tahapan cinta yang tidaklah mungkin yang itu-itu saja. Tahapan cinta yang tak mungkin dialihkan dari nafsu cinta yang ada. Tahapan cinta yang awalnya cukup dengan ngobrol-ngobrol belaka. Dan tahapan cinta yang pada akhirnya akan menuntun mereka pada hubungan yang lebih jauh ( misal, hubungan sex ). Ini tidaklah mungkin bisa dicegah kalau ingin cinta mereka terus terjaga. Ini tidaklah mungkin dibendung, kalau masih menginginkan cintanya bersemayam di hati mereka. Sebab itulah cinta yang didalamnya ada hawa nafsu manusia. Hawa nafsu manusia sedemikian rupa, supaya manusia terus ada keberadaannya.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !