|
Hidup adalah Hikmah dan Pelajaran ! Dik Jofia bukankah hidup itu hakekatnya masalah, hikmah dan pelajaran. Makanya kita menjadi pandai karena kita sekolah ? Kita jadi kaya karena kita bekerja dan berusaha untuk kaya ? Kita bisa pintar melakukan sesuatu karena kita selalu belajar untuk itu ? Lalu siapa bilang belajar untuk pandai itu gampang ? Siapa bilang bekerja itu enak ? Lalu siapa bilang belajar sesuatu yang sulit itu mudah ? Siapa bilang ketika belajar, bakerja dan sekolah tidak akan menghadapi masalah ? Masalah adalah hikmah. Hikmah adalah pelajaran. Pelajaran menghadapi masalah akan menentukan kualitas dan kapasitas seseorang. Kualitas dan kapasitas seseorang inilah yang akan menentukan berkembang-tidaknya hidup seseorang. Kapasitas dan kualitas seseorang juga sangat ditentukan akan jalan yang telah dipilihnya. Lalu siapa yang akan bilang bahwa masalah bukanlah hakekat sebuah kesulitan. Lalu mengapa mereka mampu melewatinya ? dan mengapa mereka bisa melakukannya ? Percayalah dik, kalau menurut kami, keadaan anda justru akan sangat menguntungkan masa depan kapasitas dan kualitas kepribadian adik, untuk lebih bisa memahami hidup yang penuh jebakan ini. Anda boleh percaya, boleh tidak ! Entahlah, MasIdan sendiri dalam menjalani hidup ini, lebih suka mendapat kepedihan, disepelekan orang, dicemooh orang, dianggap kecil orang, dianggap tidak bisa berbuat apa-apa dan lain sebagainya. Daripada MasIdan sering disanjung orang, dianggap hebat orang, dihormati orang dan masih banyak hal yang seharusnya orang akan bangga karenanya. Namun justru mas tidak. Mas selalu menghindar dari semua itu, selalu menganggap bukan apa-apa, selalu menatap ke bawah dan justru khawatir serta waspada. Lho kenapa Mas ? Mas merasakan betul dik. Ternyata dibalik kepedihan hidup manusia ternyata menyimpan kekuatan yang sangat luar biasa di dalamnya. Sulit rasanya menjelaskan ini semua ! Anehnya Mas malah menikmati keadaan ini. Mas bisa melihat dengan jelas apa yang akan terjadi. Mas bisa melihat dengan sangat gamblang sekali ! Mas bisa melihat sangat jelas orang yang congkak dan sombong itu, akan sangat mudah bergelimpangan hanya karena menghadapi secuil masalah yang sangat sepele. Mas bisa melihat dengan sangat jelas sekali, orang yang suka membuang waktu dengan ongkang-ongkan tanpa arti, atau orang yang cenderung pingin enaknya sendiri, orang yang tak tahu diri dan siapa saja yang tak mau bersusah diri itu, hanya akan mengalami kekeroposan diri, lapuknya hati, dan rapuhnya nurani. Mereka hanya akan menghadapi hidup dengan penuh kesesakan di hati dan rasa sakit pada jiwa dan nurani. Mereka hanya akan menjadi kayu yang sangat mudah rapuh. Kayu yang sangat murah sekali harganya. Kayu yang sama sekali tidak mempunyai nilai dan kualitas sama sekali. Kayu yang mudah sekali keropos hanya karena terkena embun pagi. Kayu yang sangat mudah sekali lapuk hanya karena terkena panasnya sinar pagi. Kayu yang hanya dipakai satu kali saja, kemudian dibuangnya tanpa arti. Kayu yang kemudian dipungut orang hanya untuk menanak nasi. Betapa menyesalnya kalau hanya menjadi kayu pembakar api ! Berbeda dengan kayu jati, belum tumbuh besar saja, banyak orang mau membeli. Kayu yang kuat dan kokoh oleh panasnya terik matahari. Kayu yang tangguh oleh siraman banjir sekalipun. Digunakanlah kayu itu hanya untuk hal-hal yang sangat berarti; pintu, kusen, tempat tidur, sofa dan almari. Semua yang terbuat dari kayu jati menjadi tak ternilai harganya. Menjadi potongan-potongan kecil saja orang tak segan-segan untuk membelinya. Dibelinya untuk membuat barang-barang seni. Barang kecil yang terkesan mungil itupun menjadi sangat berharga, hanya karena terbuat dari kayu jati. Betapa bangganya orang yang bisa menjadi kayu jati, karena jelas bisa dipastikan hidupnya akan lebih berarti ! Untuk itulah Dik, jadilah kayu jati. Walau mungkin saat ini adik baru menjadi bibit kayu jati. Kayu jati yang hidup di tanah yang gersang dan panasnya sampai menusuk di hati. Kayu jati yang hidup di gunung yang tinggi. Kayu jati yang serasa hidup sendiri, jauh dari keramaian, lalu lalang jalan dan sungai. Kayu jati yang pandai menyesuaikan diri dan menikmati teriknya matahari, dengan merontokkan daun-daun, supaya tetap hidup kokoh dan tegar mandiri. Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|