Peredaran Planet, Ide Dasar Ramalan Bintang !

 

Sistem tata surya kita (matahari, bumi, bulan, dan planet lainnya) mempunyai keteraturan-keteraturan tertentu dalam pergerakannya. Keteraturan-keteraturan dan pergerakan semua planet (termasuk bumi) ini, mempunyai pereode-pereode tertentu (berulang-ulang secara tetap). Berulang-ulang secara tetap inilah, yang menyebabkan iklim (musim panas, hujan, Hujan salju, musim dingin, dll) mengikutinya secara pereodik. Jadi jangan heran jika musim di suatu tempat bisa ditetapkan atau diramal secara pasti. Datangnya badai, hujan, gelombang pasang, dan lain sebagainya dapat diketahuinya secara pasti. Kecuali akibat gempa, karena gempa kejadian alam yang tidak bisa diprediksikan kejadiannya dan dimana tempatnya.

 

Nah ilmu astronomi ( tentang peradaran planet) inilah yang menjadi dasar ilmu pernujuman atau ramal-meramal pada manusia. Sebab menurut mereka (para peramal) iklim dan cuaca yang bisa ditetapkan melalui peredaran planet inilah sebagai dasar mempelajari prilaku manusia.

 

Musim panas, kemudian musim gugur, kemudian musim gugur, kemudian musim semi, kembali lagi ke musim panas dan seterusnya berulang-ulang secara pereodik, inilah yang dianggap oleh mereka mempengaruhi pola prilaku manusia secara pereodik dan berulang-ulang. Dari sinilah mereka mengutak atik dan menghubungkan tanggal dan hari kelahiran manusia. Dan dalam perkembangannya mereka mencoba meramalkan perjalannan hidup manusia. Perjalanan Hidup yang seakan mengulang-ulang dari waktu ke waktu, dari iklim berganti iklim dan dari cuaca berganti cuaca.

 

Namun perlu anda ketahui bawasannya dalam ilmu astrronomi dapat digunakan ilmu pasti dalam perhitungan dan peramalannya. Perhitungan yang mengunakan angka-angka secara matematis. Sehingga segala sesuatunya dapat dihitung dan diukur secara pasti. Oleh karena itu jangan heran, jika terjadinya gerhana bulan, gerhana matahari, badai , angin puyuh, dan lain sebagainya dapat dihitung dan diramal secara tepat. Kalau toh meleset, kemungkinan besar hanya dalam hitungan detik saja, atau paling banyak bergeser dalam hitungan menit. Untuk itulah ramalan mereka dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

Lalu bagaimana ilmu pernujuman (ramal-meramal nasib manusia) yang meramal manusia sebagai benda hidup ? Anda dan kita sebagai manusia, tentu saja punya perasaan, naluri, dan keinginan. Keinginan, perasaan dan harapan yang cenderung berubah-ubah, dimana sangat tidak mungkin bisa dihitung secara matematis. Untuk itu mungkinkah ramalan para ahli nujum itu bisa terjadi secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.  Ataukah hanya akan meleset dalam hidungan detik dan menit ? Inilah yang menjadi masalah dalam ilmu pernujuman.

 

Seperti yang telah kami jelaskan diatas, bahwa pereodesasi peredaran planet itulah yang telah menjadi dasar mengutak utik prilaku manusia. Prilaku yang dalam anggapan mereka punya keteraturan dan berulang-ulang secara pereodik juga. Prilaku yang secara peroidik telah dipengaruhi oleh iklim yang ada. Iklim yang disebabkan oleh adanya peredaran planet yang mempunyai keteraturan dan pereodesasi.

 

Hal inilah yang menjadi ilham dan dasar pemikiran ilmu pernujuman, akan iklim dan prilaku manusia. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan, mungkinkah pengaruh iklim terhadap prilaku manusia juga punya keteraturan secara pasti. Seperti halnya keteratruran peredaran planet sebagai benda mati itu ?

 

Ramalan prilaku manusia (perbintangan, neton/hari lahir dan tahun cina) menjadi patut untuk dipertanyakan keampuhannya dalam meramal manusia. Manusia yang punya cita, rasa, dan keinginan itu. Manusia yang hidup dengan penuh keinginan dan cita-cita itu. 

 

Bisa saja iklim dalam ilmu astronomi dapat mempengaruhi sedikit banyak prilaku manusia dalam meraih cita dan keinginan yang ada. Bisa saja sifat dan perwatakan bisa diukur (walau tidak pasti) melalui pereodesasi iklim dan peredaran planet. Bisa saja ada kemiripan-kemiripan akan prilaku, sifat dan perwatakan seseorang yang mempunyai tanggal lahir yang sama.

 

Tapi bukanlah sesuatu yang diutak-atik bisa ketemu juga, seakan menjadi ada hubungannya. Inilah yang kami khawatirkan terjadi pada para peramal bintang-bintang lainnya. Hal ini disebabkan, berdasarkan logika pengaruh iklim atau peredaran planet terhadap prilaku manusia, maka logika yang diambil menjadi tidak pasti dan kurang bisa dipertanggungjawabkan. Ilmu yang tidak pasti disebabkan dihadapkan pada pengukuran terhadap prilaku manusia yang jelas-jelas punya keinginan dan harapan. Bukan pengukuran pasti yang dilakukan oleh para astronom terhadap peredaran planet dalam tata surya kita.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !