|
Laki-laki adalah mahkluk yang Congkak dan Tak Tahu Diri !
Inilah Bukti ! Laki-laki yang sudah mendapati apa yang telah ia maui. Jelas segalanya akan berubah begitu saja. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Siapa saja seorang wanita yang sudah terlena dengan omongan besarnya. Inilah bukti akan rayuan gombalnya. Inilah bukti akan kebohongan-kebohongan yang nyata-nyata ada. Inilah bukti, dari salah satu apa yang disebut jebakan cinta itu.
Namun mau apa dikata, semua sudah terjadi begitu saja. Jadi kita harus siap menerima semuanya apa adanya. Sudah tidak perlu lagi untuk disesali, karena semua sudah tiada guna. Dan tidak ada jalan lain kecuali untuk menghadapi. Menghadapi bagaimana langkah kita selanjutnya, untuk dijalani.
Akan tetapi, tak ada salahnya kita bongkar kesombongan kebanyakkan lelaki yang tak tahu diri itu. Membongkar kesombongan lelaki i, oleh sebab tidak menyadari akan pergi kemana mereka kalau tidak ada yang namanya wanita itu. Maukah mereka, karena panggilan naluri, hanya akan melampiaskan kesombongan itu dengan sesamanya. Tentu saja mereka tidak mau dan malah lari, kecuali kalau mamang ada kekliruan dalam jiwanya. Inilah ketidaktahuan diri akan kebutuhan tentang naluri. Inilah juga yang menyebababkan mereka congkak dan seakan bisa berbuat semaunya sendiri. Dasar tak tahu diri, malah menjadi bukti kebodohan atas dirinya sendiri.
Inilah pelajaran dan hikmah bagi siapa saja yang kemungkinan akan mengulangi. Jadilah ini menjadi pelajaran penting bagi semua wanita yang tidak hati-hati. Bagi wanita yang tak mampu membatasi diri. Bagi wanita yang mudah bertekuk lutut dengan sikap manis dan kebaikan-kebaikan palsunya. Bagi wanita yang terlalu percaya dengan omongan besarnya. Wanita yang terlena dengan mulut manisnya, yang penuh bisa mematikan itu. Rayuan maut yang terbuat dari kain rongsokan lap yang sudah sangat bau itu. Jadi sudah kurang cukuplah pelajaran ini bagi semua wanita yang mudah terbuai dengan janji-janji. Janji-janji yang seakan sampai setinggi ujung langit itu. Siapakah wanita bodoh yang mau-maunya terjebak dalam permainan cinta laki-laki itu ?
Namun apa janji, omongan besar, rayuan maut dan segala tindak tanduk yang seakan sangat meyakinkan itu. Sudah kurang cukupkah pelajaran yang telah ditebarkan kaum laki-laki yang sudah mendapatkan apa yang dia maui itu.
Mana janji-janji manis yang dulu pernah diucapkannya itu. Mana kasih sayang yang dulu sempat membuat mereka melayang itu. Mana rayuan-rayuan yang mampu memabukkan siapa saja yang mendengarkannya itu. Mana prilaku-prilaku yang sempat membuat kita percaya dengan sikap-sikap manis dan baiknya itu. Dimanakah dan kemanakah itu semua, setelah mereka mendapat apa yang telah mereka maui itu. Dimanakah sifat-sifat yang meyakinkan itu sekarang. Mana kasih dan sayang yang telah memanjakan siapa saja yang sedang dimauinya itu. Kemanakah semua itu dulu ? Dimanakah yang dulu-dulu itu ? Dimanakah dan kemanakah semua itu ? Mengapa semua bisa berubah dengan cepatnya ? Kemana dan dimana setelah mereka mendapatkan apa yang telah dimauinya itu ? Ke mana semua, hai ! laki-laki ?
Namun perlu diketahui, tidak semua laki-laki yang tega-teganya berbuat begitu. Mereka hanyalah orang-orang bodoh dan tak tahu diri, yang mau melakukan itu semua. Walau jujur kami katakan, mereka cukup banyak dan sedang berkeliaran mencari mangsa yang sangat lemah itu. Mereka siapa saja, mungkin bisa jadi pacar siapa saja sekarang, atau mereka yang sedang kita kejar-kejar karena kebaikannya, atau mereka yang sedang kita tunggu-tunggu cintanya, atau bisa siapa saja.
Mereka yang bodoh dan tak tahu diri itu, akan ketakutan dan lari kalau diajak segera menuju pelaminan. Sebab mereka, orang bodoh dan tak tahu diri itu, tidak bermaksud begitu, cuma sekedar mengisi waktu dan ingin coba-coba akan sesuatu. Inilah ciri khas orang-orang bodoh dan tak tahu diri itu. Mereka juga sangat pandai mengulur-ulur waktu demi untuk menutupi kebohongan-kebohongannya itu. Dasar sudah bodoh dan tak tahu diri, malah tidak menyadarinya akan kebodohan dan ketidaktahuan diri itu. Siapakah yang mau-maunya menjadi korban orang-orang bodoh dan tak tahu diri itu ?
Namun apa boleh buat semua sudah terjadi. Tak ada guna untuk disesali. Akan tetapi bagaimana kita harus semakin tabah menghadapi persoalan ini. Menghadapi langkah kedepan yang harus kita lalui.
Sudah saatnya anda menerima ketabahan ini. Ketabahan akan sebuah tanggung jawab atas semua yang telah terjadi. Suatu tanggung jawab untuk menerima apa yang akan terjadi nanti. Menerima dengan ketabahan atas segala kesalahan yang telah terjadi. Menerima dengan tabah apapun yang terjadi untuk melangkahi hidup ini. Tiada waktu lagi untuk menyesali, kecuali melangkah dengan ketabahan hati. Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|