Wanita cenderung mengunakan Logika sederhana dan Simpel ?

 

Inilah wanita, selalu merasakan dan menikmati apa saja yang sudah sewajarnya untuk dinikmati. Mereka merasa menikmati sesuatu yang memang menurutnya pantas untuk dinikmati. Menikmati hidup yang seakan berjalan begitu saja. Menikmatinya dengan penuh rasa, sesuai perasaan yang memang sedang mendasarinya. Menikmati dan mengungkapkan apa saja sesuai yang ada dalam hati dan perasaannya.

 

Menikmati dan mengungkapkan apa saja dengan perasaan yang sedang menyelimutinya. Tidak mau tahu apakah mereka sedang tertekan, sedih, gembira ataupun sedang berlapang dada. Tak mau tahu dan mungkin tak menyadarinya, bahwa perasaan yang sedang menyelimutinya bisa-bisa menjadi malapetaka. Ataupun tak menyadarinya, jika ungkapan-ungkapan dan prilakunya bisa-bisa menimbulkan bahaya ataupun bencana yang akan menimpanya.

 

Kebanyakan dari mereka kurang mampu memperhitungkan atau bahkan tak mau tahu dengan segala tetek mbengek sebuah perhitungan yang mungkin akan terjadi padanya. Ia ungkapkan apa saja sesuai pikiran dan penilaian saat itu juga. Sebuah penlihan dan ungkapan yang dianggapnya menjadi logika kebenarannya. Logika kebenaran yang ia nilai saat itu juga. Mereka tak mau tahu tentang logika yang menyeluruh dan terlalu banyak perhitungannya.

 

Merekalah mahkluk yang simpel dan tidak suka bertele-tele. Mahkluk yang menggunakan logika yang sederhana-sederhana saja. Sebuah logika yang sering digunakan dalam ilmu matematika. Sebuah logika bahwa 1+1 adalah 2. Padahal dalam ilmu-ilmu sosial penjumlahan itu jelas-jelas bisa menjadi berbeda. Apalagi menyangkut prilaku, perwatakan ataupun kemungkinan-kemungkinan sosial, tidaklah akan selalu menghasilkan nilai angka dua. Inilah logika yang digunakan mereka, sebuah logika sederhana yang tak mau tahu adanya kemungkinan-kemungkinan yang berbeda.

 

Demikian serhingga, pemikiran, pandangan dan penilaian yang simpel dan sederhana itu menjadikannya tidak mengetahui kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi pada dirinya atau keluarganya. Itulah adanya mereka yang umumnya mengunakan logika yang mungkin hanya berlaku saat itu juga. Sebuah logika yang mungkin hanya bisa berlaku beberapa saat saja. Maka dari itu, efek-efek dari pandangan dan penilaiannya, tidak disadarinya bisa merugikan dirinya atau keluarganya. Namun anehnya, mereka (umumnya wanita) tidak mengetahui atau tidak menyadari atau malah mungkin juga tidak memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang bisa merugikan keluarganya atau dirinya sendiri.

 

Itulah sebabnya wanita sering dianggap selalu berbuat kesalahan demi kesalahan oleh kaum lelaki. Namun anehnya kesalahan dan kesalahan itu tidak disadarinya. Atau malah bisa jadi terjadi atas penilaian dan pandangan yang sudah dianggapnya benar adanya. Sehingga inilah yang sering menjadikan kaum lelaki kelimpungan dan salah paham. Salah paham karena tidak mengerti siapakah yang sedang dihadapinya. Salah paham oleh sebab mereka di anggap sama dengan dirinya. Maka menjadi sangat wajar jika semua menjadi pertentangan diantara mereka. Pertentangan-pertentangan akibat kesalahpahaman dan ketidaktahuan saja.

 

Inilah yang sering menjadi pemicu panasnya masalah-masalah keluarga mereka. Semakin panasnya masalah-masalah keluarga hanya karena masing-masing menganggap dirinya sama. Mereka lupa bahwa ternyata mereka merupakan mhkluk yang berbeda. Berbeda sifat dan nalurinya. Sayang mereka tidak segera menyadarinya, malah mereka masih bersikukuh pada kesalahpahaman yang nyata. Lalu siapakah orang bodoh yang selalu menganggap dirinya selalu sama dengan mereka ? Lalu siapakah orang bodoh yang masih bersikukuh mempertahankan kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka ? Kesalahpahaman hanya tidak mengerti kalau ternyata mereka berbeda sifat dan prilakunya ? Lalu siapakah orang bodoh yang masih belum menyadari kesalahpahaman yang telah terjadi ?

 

 

Adanya perbedaan Sifat wanita dan lelaki, merupakan Sekenario Kesimbangan dan Harmoni !

 

Inilah realitas yang ada pada kebanyakan wanita, agar supaya bisa dipahami dan dimengerti sebagai keadaan yang mesti akan terjadi pada mereka. Sebuah realitas di mana lelaki mampu mengambil peran atas kelebihan dan kelemahan yang ada pada wanita. Dan memang itulah sekenarionya dari Yang Kuasa. Supaya di sana harus ada komunikasi dan harmoni. Supaya di sana ada suatu keadaan yang bisa saling memahami dan saling mengerti. Supaya di sana ada kebutuhan dan harapan yang saling membagi dan memberi. Supaya di sana ada keadaan yang saling membutuhkan dan memberi arti.

 

Apalah arti seorang laki-laki yang perkasa kalau tidak ada seorang wanita yang lembut dan halus di hati. Apalah arti seorang lelaki yang kuat dan digdaya kalau tidak ada gadis dan wanita yang lemah-lembut kepribadiannya. Begitulah adanya karena itulah sekenario-Nya. Sebab di sanalah ada kelembutan dan kelemahan, maka di sanalah juga pasti akan ada keperkasaan dan kekuatan.

 

Inilah kehebatan Yang maha Bijaksana, yang telah menciptakannya, agar supaya disana ada keseimbangan yang nyata. Agar di sana ada harmoni yang membutuh kan komunikasi. Agar di sana ada dinamika akan adanya kelebihan dan kekurangan yang saling menutupi dan memberi. Agar disana muncul sebuah sinergi. Sebuah sinergi yang akan memberi makna dan arti terhadap kelangsungan hidup manusia selanjutnya.

 

Sebuah sinergi yang menetapkan dan mengharuskan wanita di sisi lain mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebuah sinergi dari sebuah pertemuan dengan lelaki yang juga punya kelebihan dan kekurangan yang berlainan tempat dan keadaan. Sehingga kelemahan wanita adalah sebenarnya merupakan kelebihan lelaki. Di lain pihak kelebihan wanita sebenarnya juga telah menjadi kelemahan pada lelaki. Itulah sebuah sinergi yang telah dikehendaki-Nya. Dikehendaki-Nya supaya ada keseimbangan dan dinamika. Keseimbangan dan dinamika agar supaya manusia tetap bisa eksis dan penuh makna ! Terimakasih Yang Kuasa yang telah menciptakan kami semua !

 

Kemudian, perwatakan, prilaku, pandangan, sifat dan penilaian seorang wanita yang sangat sederhana dan sentimentil ini bukanlah sebuah proses diri yang memang diinginkannya. Namun sebuah proses, dari sebuah sekenario untuk supaya mereka bisa selalu menempatkan dirinya sedemikian rupa sebagai wanita. Sebuah sekenario akan sifat-sifat dasar wanita yang harus ada padanya. Sebuah sekenario agar supaya dalam kehidupan ini selalu ada keseimbangan dari padanya.

 

Inilah kelebihan sekaligus kekurangan yang ada padi diri wanita. Segala kelebihan dan kekurangan yang berbalikan dengan sifat-sifat dasar lelaki pada umumnya. Maka wajarlah akan ada banyak pertentangan dalam proses penyatuan jiwa (sosialisasi) antara lelaki dan wanita di manapun berada. Sauatu keadaan yang dapat dipastikan sering memunculkan kesalahpahaman ( pertentangan akibat berbeda sudut pandang dan penilaian saja ). Semua akan punya dasar pemikiran dan alasan akan sudut pandang dan penilaiannya. Kedua-duanya bisa jadi benar dalam argumentasinya, tentu saja masing masing akan selalu mengaku benar. Inilah sebuah realitas yang dapat dipastikan selalu ada sepanjang masa. Begitulah adanya karena itulah sebenarnya sekenario-Nya.

 

Sebuah sekenario supaya adanya keseimbangan dalam hidup manusia. Suatu keseimbangan yang membutuhkan harmoni di antara kedua-duanya. Sebuah harmoni di mana kedua-duanya tidak harus menjadi sama dalam prilaku, sifat dan nalurinya. Sebuah keseimbangan harmoni yang tetap menepatkan wanita sebagaiman wanita umunya, dan sebuah keseimbangan harmoni yang tetap menempatkan lelaki sebagaimana lelaki pada umumnya.

 

Sebuah harmoni yang menuntut adanya komunikasi yang bijak dan penuh dengan pemahaman akan keadaannya. Bukan sebagai sebuah ketidak-harmonian akibat pemaksaan dan kekerasan. Itulah sekenario besar yang terjandung didalamnya. Sebuah sekenario yang menuntut adanya komunikasi kedua belah pihak dengan penuh penghargaan, pemahaman dan penuh dengan kebijaksanaan. Sebuah sekenario yang memang menjadikan itu semua menjadi suatu keseimbangan dalam hidup manusia.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !