Tantangan haruslah memperjuangkan atau mempertahankan sebuah kehormatan yang nyata !

 

Banyak orang keliru menempatkan suatu tantangan sebagai tantangan yang nyata. Menempatkan tantangan sebagai bagian dalam menegakan kehormatan dan kebenaran. Banyak orang keliru menempatkan tantangan sebagaimana orang mengatakan bahwa yang sudah umum itu dikatakan sebagai tantangan. Sehingga orang banyak terjebak pada pendapat-pendapat umum, yang telah mengatakan sesuatu yang umum itu sebagai suatu tantangan. Sehingga mereka seakan merasa bangga ketika dikatakan menyukai tantangan pada sebuah tantangan yang sama sekali tidak pada tempatnya.

 

Sebagaimana seseorang merasa bangga melakukan balapan motor liar di jalan milik umum dan telah menganggu pemakai jalan lainnya. Mereka seakan bangga karena dikatakan punya nyali mengikutinya, yang mungkin juga mempertaruhkan nyawa untuk melakukannya. Namun sayang mereka lupa tentang siapa yang telah memberi predikat pemberani dan punya nyali kepadanya itu. Dan sangat disayangkan juga bahwa mereka yang telah menonton dan memberi aplus tersebut ternyata hanyalah orang-orang yang selama hidupnya tidak mampu menempatkan masalah pada tempatnya. Sehingga yang terjadi pada mereka yang merasa mempunyai nyali dan keberanian itu, telah terjebak dalam hidupnya yang selalu tidak mampu menempatkan masalah pada tempat yang seharusnya.

 

Untuk itu sangat disayang juga, keberanian dan nyali yang mereka punyapun ternyata tak pernah menghasilkan apa-apa, kecuali kesulitan demi kesulitan yang pada akhirnya harus diterimanya. Bagaimana tidak dan sangat bisa dipastikan pula, jika pada akhirnya merekapun hanya akan cenderung dimanfaatkan orang atas kemampuan tersebut. Bagaimana tidak, jika mereka telah menempatkan sesuatu pada dunia liar, maka merekapun seakan hanya punya pilihan pada jalan-jalan yang penuh dengan keliaran. Jalan-jalan liar yang penuh kelicikan, pemanfaatan dan kebohongan. Sehingga tidak sedikit dari merekapun harus berakhir pada urusan-urusan hukum yang telah menunggu dan menghadangnya. Untung kalau hanya kesalahan demi kesalahan kecil yang mereka hadapi itu. Bagaimana jika ternyata, karena kesalahan tempat bermula, telah dimanfaatkan oleh gembong-gembong penjahat yang telah menfaatkannya keberanian dan kelincahan mengendarainya. Tentu saja masalah mereka menjadi berat, hanya akibat kesalahan menempatkan keberanian dan nyali tidak pada tempatnya. Sungguh sayang dan sangat disayangkan, betapa mulianya jika keberanian dan nyali itu ditempatkan pada tempatnya pada awal mulanya. Tentu saja mereka seharusnya mendapatkan kehormatan yang nyata bukan malah penjara ! Sangat disayangkan memang, hanya karena tidak mampu menempatkan masalah pada tempat yang seharusnya !

 

Ini sangat berbeda jika mereka menempatkan keberanian dan kelincahannya itu pada arena yang penuh kehormatan. Tentu saja, tidak menutup kemungkinan mereka akan mendapatan sesuatu kehormatan yang sangat nyata. Kehormatan karena telah membawa nama harum daerah tempat tinggalnya. Mendapat kehormatan karena telah menjadi utusan bangsanya, oleh sebab keberanian dan kegigihannya. Bisa jadi mereka banyak menelan kekalahan, namun merekapun masih pantas menerima kehormatan itu, dengan senyata-nyatanya. Dan tidak lupa pula, keluarga, sanak famili ataupun keluarga besarnya, pastilah bangga akan keberanian dan prestasi yang telah dilakukan pada tempat yang seharusnya. Akhirnya tidak ada kata lain yang didapatkannya kecuali hanya kehormatan demi kehormatan yang akan diterimanya, menang ataupun kalah.

 

Inilah perbedaan yang nyata, kalau kita bisa atau tidak bisa menempatkan sesuatu tantangan ataupun masalah yang lainnya pada tempatnya ataupun tidak pada tempatnya. Sungguh sangat jekas perbedaannya, walaupun mungkin sama dalam resiko dan tantangannya. Sungguh aneh memang ! ternyata hanya dibedakan bagaimana mereka bisa menempatkan seusatu itu pada yang seharusnya ! Lalu siapakah yang mau-maunya meniru kebodohan-kebodohan mereka itu ?

 

 

Sudah saatnyalah Anda memilih dan menentukan Sikap !

 

Kembali ke masalah anda itu, pertama, tampaknya cewek anda belum saatnya dijadikan pilihan. Ini mengingat kepribadiannya yang masih belum mantap dalam menentukan sebuah pilihan. Menentapkan sebuah pilihan adalah momen penting untuk menentukan masa depan rumah tangga yang mantap dan harmonis, tanpa banyak masalah yang mengikutinya. Kepribadian yang masih lemah dalam sebuah pilihan akan sangat banyak menganggu kestabilan berumah tangga, pada saat-saat yang akan datang. Ketidakmantapan kepribadian dalam sebuah pilihan akan berefek besar pada pilihan-pilihan yang lainnya. Sebab harus diingat bahwa hidup kedepan adalah sebuah pilihan, ini tidak bisa tidak. HIdup harus merupakan sebuah pilihan.

 

Untuk ini kami menyarankan anda untuk tegas dalam menetapkan hidup. Dalam hal ini anda juga terjebak pada kenyataan pada ketidakmampuan menentukan sikap pada keadaan yang sudah tidak sehat. Anda mengatakan itu sebuah tantangan, padahal menurut kami itu hanyalah tantangan semu yang tidak pada tempatnya. Anda seakan terjebak rasa malu jika anda mundur begitu saja.

 

Namun persoalan bukan pada rasa malu dan tantangan yang tidak pada tempatnya itu. Lalu bagaimana kalau dia menjadi istri anda, dan kemudian ia selingkuh dengan orang yang menyukainya hanya karena alasan kasihan, apakah ini bagian dari tantangan. Ini bukanlah tantangan namun sebuah kesalahan yang tak bisa dibiarkan.

 

Menurut kami, tantangan yang sebenarnya adalah anda harus menentukan sikap. Menentukan sikap untuk memaksa dia membuat pilihan. Membuat pilihan yang menjadikan dia harus belajar menentukan pilihan. Membuat pilihan supaya dia mampu membuat pilihan dengan segala resiko yang ada. Membuat pilihan supaya si dia mampu memperbaiki kpribadianya yang tidak pada tempatnya, dan ini akan baik bagi dia untuk melangkahi hidup yang selanjutnya. Yang jelas dia harus belajar menentukan pilihan, demi hidupnya, bukan langkah hidup siapa-siapa, termasuk anda. Inilah tantangan buat anda yang sebenarnya.

 

Tantangan buat anda selanjutnya adalah anda harus bersikap satria mengatakan mundur kalau tidak ada kepastian tentang sebuah pilihan. Mengatakan pada si dia, bahwa anda mundur dan menunggu setelah ada kepastian yang senyata-nyatanya, bukan yang setengahnya. Jangan takut, anda dikatakan takut bersaing. Sebab kata-kata bodoh ini bisa menjebak anda pada persaingan yang sama sekali tidak menguntungkan dan tidak sehat.

 

Tidak menguntungkan dan tidak sehat, karena anda tidak sadar mendukung kepribadian si dia yang sangat lemah dalam kehidupan selanjutnya. Tidak sehat karena anda telah membuat dia selalu hidup pada ketidakpastian, akibat lemahnya sebuah pilihan. Tidak menguntungkan karena anda tidak pernah mendapatkan apa-apa kecuali kekecewaan demi kekecewaan pada saat -saat yang akan datang.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !