|
Kerugian akibat Ketakutan Diri !
Inilah yang terjadi pada banyak orang yang justru akan kesulitan rejeki, hanya karena takut rejeki yang tak mencukupi. Mereka selalu mengukur diri dengan ketakutan tentang betapa banyak kebutuhan keluarga nanti. Sehingga malah menjadi tertekan diri. Tertekan diri yang justru tak mampu memaksimalkan produksi (usaha). Dan ketakutan-ketakutan itu semakin menjadi beban yang tak akan habis-habisnya, yang malah menjadi rejeki semakin sulit dicari.
Berbeda mas, beban rejeki untuk sendiri dengan beban rejeki yang ditanggung bersama istri. Tentu saja beban itu akan semakin berat dan sulit jika di tanggung sendiri. Berbeda mas sendiri dengan sudah beristri. Tekanan pikiran akibat rejeki juga akan berbeda ketika sendiri dan jika hidup bersama dengan istri, walaupun rejeki yang diterimanya sama seperti ketika masih sendiri. Berbeda mas, sungguh berbeda mas.
Ingat Mas, dalam membangun biduk rumah tangga tak hanya sekedar hanya memikirkan bagaimana rejeki nanti. Namun banyak hal yang harus kita pelajari, yang semua tidak hanya sekedar rejeki. Karena kita bukanlah sendiri lagi. namun di sini sudah ada istri yang menanti. Sudah tidak ada kemauan diri sendiri seperti ketika masih sendiri. Namun bagaiman kita harus belajar membagi, karena dalam diri kita sudah ada istri. Dengan begitu, beban anda ketika masih sendiri, sudah pasti tidak anda tanggung sendiri. Karena beban anda adalah juga beban seorang istri. Di sinilah makna orang beristri menjadi lebih berhati-hati dan lebih berpeluang banyak mengais rejeki.
Oleh karena itu anda jangan heran jika, mungkin teman anda yang sudah beristri sudah mulai melaju ketika sudah bersama istri. Dan jangan heran ketika banyak teman anda yang sudah mulai mapan ketika sudah beristri. Karena di sana ada kekuatan makna dari sebuah kekuatan yang muncul dari mereka yang sudah bersuami istri. Kekuatan yang muncul untuk dituntut belajar banyak memaksimalkan mengais rejeki. Di sanalah kekuatan yang muncul untuk lebih berinisiatif dalam menambah rejeki. Di sanalah ada kekuatan yang muncul menuntut kita untuk memikul tanggung jawab yang lebih berarti.
Di sanalah, baru bisa dikatakan bagaimana dan kapan kita merasa harus meningkatkan rejeki. Bukan bayangan yang bisa dibandingkan dengan beban rejeki yang ditanggungnya ketika kita masih sendiri. Karena disanalah kita baru bisa nyaman untuk berusaha semaksimal mungkin demi mengais rejeki. Karena di sanalah masalah yang sebenarnya terjadi, yang kemungkinan besar tidak seperti yang anda banyangkan, seperti ketika masih sendiri. Lalu kenapa tidak kita mulai saat ini, untuk melangkahi semua hidup yang sudah siap untuk kita jalani.
Keputusan Tekad Menentukan Masa Depan Seseorang.
Oleh karena itu percayalah, ketakutan ketakutan dan kekhawatiran anda menjadi kurang berarti jika sudah dipersiapkan segala sesuatunya dengan calon istri. Menkomunikasikan kesiapan rejeki saat ini dengan calon istri. Memberi pemahaman kepada calon istri bahwa hidup ini dalam hal rejeki, tak mungkin seperti mengambil air dalam sumur. Memahamkan kepada istri bahwa menuju kemapanan dan kecukupan hidup butuh waktu dan hari untuk belajar banyak tentang hidup dan tahapan yang harus dilalui menuju kesana. Tidak mungkin orang bisa mendadak menjadi cukup (kaya) tanpa dilalui dengan proses diri. Sebuah proses dimana harus banyak belajar tentang jalan yang berliku dan penuh duri.
Proses diri sebagaimana orang-orang sukses menemukan jalan kesuksesannya. Tidaklah mudah mereka meraihnya. Semua harus mulai tahapan dan proses yang harus dilaluinya. Dilaluinya jalan yang penuh suka dan duka, penuh dengan kesederhanaan dan kekurangan, penuh kegagalan, dan penuh pelajaran. Dan mereka bisa menempatkan diri untuk selalu berusaha menemukaan kesuksesannya.
Banyak ujian yang harus dilaluinya, ketika harus menempatkan diri. Menempatkan diri untuk bersikap tentang diri dan istri, untuk terus melangkah ditengah-tengah ujian yang menhadangnya, yang mencemoohnya, yang menyepelekannya, dan yang meremehkannya. Ujian itu bisa dari keluarga kita sendiri, saudara sendiri, tetangga dan teman sendiri, semua pasti akan terjadi. Pasti terjadi entah karena kesalahpahaman, atau hanya karena kedengkian, atau hanya karena banyaknya orang bodoh yang ikut mengomentari jalan hidup anda dan calon istri. Semua pasti terjadi. Namun semua menjadi mudah kalau kita punya sikap diri. Sikap diri untuk selalu menemukan dimana rejeki itu berada. Tekad diri yang tak mudah terhanyut oleh arus kebodohan yang ada. Tekad diri untuk berusaha keras menemukan rejeki.
Semua bisa dilalui, jika anda dan calon istri siap sehidu- semati tentang keharusan untuk menikmati apapun yang menjadi proses tahapan diri. Tahapan diri yang penuh liku menuju tempat yang pasti. Tahapan diri yang harus belajar hidup apa adanya. hidup apa adanya supaya kita bisa belajar untuk bisa selalu menempatkan diri. Menempatkan diri yang jauh dari kebohongan-kebohongan dan kesombongan diri. Menempatkan diri untuk belajar mengelola rejeki se-efektif mungkin. Karena ke-efektifan diri adalah modal awal mencari banyak rejeki. Ke-efektifan diri yang bisa kita temui kalau kita mau belajar hidup apa adanya dan keserdahanaan yang ada. Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|