|
Venty, 20 thn, Mahasisiwa, Samarinda. 27 Maret 2006. Aktifitas Pacaran tidaklah mungkin tidak akan berkembang ! Seperti yang terjadi pada diri anda, semula hanyalah pemanasan-pemanasan cinta, namun kemudian ( yang terakhir ) mengesek-gesek kemaluan mereka ( aktifitas sex ). Inilah yang terjadi semenjak anda jadian, beberapa perkembangan telah terjadi dalam aktifitas pacaran itu. Kami bisa memahami anda, karena anda melakukan itu semua semata-mata hanya karena cinta anda padanya. Dan kami yakin pula, awalnya andapun pasti akan menolaknya. Dan kami juga yakin, ternyata cinta anda telah mengalahkan semuanya. Dan anda boleh percaya boleh tidak, akibat rasa cinta anda yang sudah begitu besar itu, maka anda hanya tinggal menunggu waktu, kapan penetrasi itu akan segera tiba. Pasti awalnya anda akan menolaknya, namun kemudian anda akan pasrah begitu saja. Dan andapun tidaklah mungkin mampu mencegahnya, untuk itu hubungan sex yang semakin jauh itu tinggal menunggu waktu saja. Boleh saja anda sekarang bisa mengatakan tidak akan pernah melakukannya. Namun waktu sangatlah bisa memastikan itu pastilah akan terjadi. Untuk itu, bersiap-siaplah anda menghadapi itu semua ! Sebab kecil kemungkinan anda mencegahnya !
Jadikanlah Lelucon sebuah Ilusi Hidup Anda ! Moda, 40 thn, Jakarta. 26 Maret 2006. Anda harus menjadi lelaki normal, walaupun ada ilusi lain dalam diri anda. Untuk itu, kalau anda ingin segera keluar dari penderitaan hidup yang selalu menghantui jiwa anda, maka tidak ada jalan lain untuk segera membuat pilihan tegas dalam hidup ini, tidak bisa tidak ! Sebab hanya ada dua pilihan yang harus anda pilih dalam hidup anda ke depan. Terus menerus akan menghadapi hidup yang penuh dengan ketidakpastian, keraguan bahkan sampai pada sebuah penderitaan hidup yang hanya bisa anda rasakan sendiri, atau mencoba membangun sebuah kepastian diri di tengah-tengah bayangan sebuah ilusi diri. Sungguh kami akui, tidaklah mudah membangun sebuah kepastian diri di bawah bayang-bayang ilusi yang ada pada diri yang lain. Namun ini harus kita bangun dan kita perjuangkan demi sebuah kepastian dalam hidup kita. Karena, tidak ada dalam kamus kami suatu hal yang tak mungkin kecuali kemungkinan itu sendiri. Sebuah kepastian sebagai satu pilihan di mana kita harus menjadikan jalan hidup kita selalu pada satu jalan. Sebab manalah mungkin kita bisa menyatukan jalan yang jelas-jelas merupakan jalan berbeda. Kalau toh mampu, maka jelaslah hanya sebuah ilusi yang terjadi pada sisi jalan yang satunya. Begitulah hidup yang mengharuskan satu jalan yang harus ditempuhnya, sehingga dengan demikian kalau toh ingin menjadikan dua jalan menjadi satu, maka yang terjadi hanyalah sebuah ilusi yang terjadi.
|