Aku Mencintai Wanita Lain ?

 

Mas Bimo  35 thn, Solo, 1 Februari 2005.

 

Mas Idan yth, sebenarnya saya malu untuk bertanya but ini harus.... saya punya istri 1 anak 1 umur 6 th, di lingkup kerja, saya naksir ama seorang cewek (edan nggak)dan saya beranikan untuk omong maksud hati saya, emang sih cewek tersebut nolak lantaran saya udah punya istri dan dia single, tp lebih edanya lagi saya tu terus ngejar dan tidak putus asa untuk mendapatkannya. Mas Idan gimana dong penyelesaiannya, terusin ato nggak, apa hukumnya di islam..... ma kasih ya massss...  Selanjutnya >>>

 

 

Suamiku dengan Kemenakanku ?

 

Sulfi, Jakarta, 3 Februari 2005.

 

Aku harus pulang lebih awal, sebab mendadak badanku panas-dingin, sakit tak terkira. Aku mohon ijin kepada bapak kepala, karena aku tampak pucat dan sakit maka diijinkannya untuk pulang. Aku kuat-kuatkan pulang sendirian walau badan serasa tidak mendukungnya. Pelan-pelan laju kendaraan aku kendarai, akhirnya aku sampai juga di rumah.

Seperti biasanya karena pintu depan sering dikunci, aku lewat pintu belakang. Tanpa pikir panjang aku bergegas menuju kamar utama, untuk merebahkan badan yang baru lemah ini. Tanpa kuduga ! Begitu pintu kamar kubuka, tak kusangka aku melihat suamiku berada di sana, tampak tidur mendengkur. Tapi ...! Duh Gusti...! Bagai tersamabar geledek ! Aku melihat....         Selanjutnya >>>

 

 

Psikologi Pemabuk III : Membangun masyarakat Ideal  !

 

Irwan, 27thn, Medan.  25 Januari 2005.

 

 Aku adalah aktifis pada sebuah agama. Di kampung, saya dulu begitu menyatu dengan mereka (teman-teman, tetangga, dan dengan siapapun). Serasa semua suka dan duka pernah kami alami dengan mereka. Saat itu, semua seakan begitu mengasyikkan penuh dengan canda, ceria, dan tawa. Hampir bisa dikatakan semua tanpa ada masalah yang berarti. Kebetulan juga aku juga sebagai penggerak berbagai aktifitas kegiatan dengan mereka.

Namun seiring waktu, saat saya kuliah, ada berbagai perubahan pandangan pada diriku. Salah satu nya adalah pandangan-pandangan agama telah banyak membangun prespektifku. Bersamaan dengan itu, tanpa disadari aku mulai memisahkan diri dengan mereka. Waktu terus bekembang, pandangan dan aktifitas agama makin mengasyikkan, sudut pandang makin memetakan mana yang bermanfaat, mana yang baik, yang ideal, yang menentramkan hati, dan mana yang lebih menjanjikan untuk menjalani hidup ini.....Selanjutnya >>>